RSUD Waled Naik Kelas: Siap Jadi Episentrum Layanan Jantung di Cirebon Timur Mulai Juni 2026

RSUD Waled
Di bawah komando dr. Deni Wirhana Surjono, Sp.OG, Subsp.KFM, arah pengembangan RSUD Waled tak lagi sekadar pembenahan fisik.
0 Komentar

Selain kardiovaskular, RSUD Waled juga memperkuat layanan fetomaternal, yang fokus pada penanganan kehamilan berisiko tinggi dan komplikasi ibu serta janin.

Kemampuan ini menempatkan RSUD Waled bukan sekadar rumah sakit pelayanan, tetapi juga pusat rujukan sekaligus pembelajaran bagi tenaga medis dari berbagai daerah.

Ekspansi Lahan dan Revitalisasi Gedung Lama

Dari sisi pengembangan fisik, RSUD Waled masih memiliki cadangan lahan seluas 2,7 hektare. Lahan ini disiapkan untuk ekspansi layanan di masa depan.

Baca Juga:Pelatih Bulgaria Sindir Timnas Indonesia, Susunan Pemain Herdman Jadi Sorotan, Verdonk Dipuji Media PrancisBentengi Anak dari Algoritma: Warga Cirebon Timur Dukung Pembatasan Media Sosial Usia di Bawah 16 Tahun

Di saat yang sama, manajemen juga mendorong revitalisasi bangunan lama agar sesuai dengan standar pelayanan terbaru dan kenyamanan pasien, termasuk menyesuaikan regulasi BPJS Kesehatan. Usulan anggaran pun telah diajukan ke pemerintah daerah dan provinsi.

Bidik Jadi Rujukan Utama Jawa Barat

Dengan kombinasi SDM unggul, teknologi medis modern, dan layanan spesialis yang semakin lengkap, RSUD Waled kini membidik posisi sebagai rumah sakit rujukan utama—tidak hanya di Cirebon timur, tetapi juga di level Jawa Barat.

“Masyarakat harus bisa mendapatkan layanan terbaik tanpa harus pergi jauh. Itu yang sedang kami wujudkan,” pungkas dr. Deni. (adv/red)

0 Komentar