RSUD Waled Naik Kelas: Siap Jadi Episentrum Layanan Jantung di Cirebon Timur Mulai Juni 2026

RSUD Waled
Di bawah komando dr. Deni Wirhana Surjono, Sp.OG, Subsp.KFM, arah pengembangan RSUD Waled tak lagi sekadar pembenahan fisik.
0 Komentar

CIREBON – Transformasi besar tengah berlangsung di RSUD Waled. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Cirebon ini kini melangkah agresif menuju posisi strategis sebagai pusat rujukan kesehatan, dengan fokus utama pada penguatan layanan spesialis berteknologi tinggi.

Di bawah komando dr. Deni Wirhana Surjono, Sp.OG, Subsp.KFM, arah pengembangan RSUD Waled tak lagi sekadar pembenahan fisik. Rumah sakit ini sedang dipacu menjadi institusi layanan kesehatan komprehensif yang masuk dalam peta prioritas nasional, dengan strategi pembangunan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Salah satu gebrakan terbesarnya adalah peluncuran Pelayanan Jantung Terpadu (PJT) yang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Juni 2026. Layanan ini dirancang untuk menangani pasien jantung secara menyeluruh, mulai dari kondisi darurat, tindakan intervensi, hingga operasi bedah jantung dalam satu sistem terintegrasi.

Baca Juga:Pelatih Bulgaria Sindir Timnas Indonesia, Susunan Pemain Herdman Jadi Sorotan, Verdonk Dipuji Media PrancisBentengi Anak dari Algoritma: Warga Cirebon Timur Dukung Pembatasan Media Sosial Usia di Bawah 16 Tahun

“Sekarang semua sudah punya arah. Pengembangan layanan dilakukan secara bertahap dan terencana, bukan instan,” ujar dr. Deni, Jumat (27/3/2026).

Dibangun Bertahap, Dikuatkan SDM Berkelanjutan

Transformasi RSUD Waled bukan proses singkat. Fondasinya telah dibangun dalam tiga fase panjang.

Periode 2000–2010 menjadi tahap peletakan dasar, termasuk pengiriman tenaga medis untuk pendidikan hingga luar negeri.

Fase 2010–2020 difokuskan pada penguatan spesialis dan subspesialis.

Kini, fase terbaru menitikberatkan pada pengembangan SDM berkelanjutan melalui siklus pendidikan dan pengabdian yang terus berjalan.

“SDM itu hidup. Ada yang belajar, ada yang kembali mengabdi, lalu berangkat lagi meningkatkan kompetensi. Ini siklus yang tidak pernah berhenti,” jelasnya.

Cath Lab Modern, Layanan Minim Invasif

Kesiapan layanan jantung terpadu ditopang fasilitas cath lab modern, yang memungkinkan tindakan kateterisasi untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah jantung maupun otak tanpa operasi besar.

Teknologi ini menjadi game changer karena mempercepat penanganan sekaligus memperpendek masa pemulihan pasien.

Baca Juga:Harga BBM di Negara Tetangga Melonjak, Tertinggi Capai Rp54.000Harga Emas Antam Anjlok Rp40.000 Hari Ini, Saatnya Berburu?

“Ke depan, pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh. Dari kondisi darurat sampai operasi, semuanya bisa ditangani di sini,” tegas dr. Deni.

Menariknya, layanan ini menjadi yang pertama dan satu-satunya di wilayah Cirebon bagian timur.

Tak Hanya Jantung, Fetomaternal Juga Jadi Andalan

0 Komentar