Imbas Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Kabais TNI Yudi Abrimantyo Letakkan Jabatan

KaBAIS TNI
Kapuspen TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, mengonfirmasi bahwa penyerahan jabatan KaBAIS berkaitan erat dengan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.
0 Komentar

JAKARTA – Gerbong kepemimpinan di pucuk intelijen militer mendadak berguncang. Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo, secara mengejutkan memutuskan untuk menanggalkan jabatannya. Langkah ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan komando atas dugaan keterlibatan empat prajurit TNI dalam aksi kekerasan terhadap aktivis.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, mengonfirmasi bahwa penyerahan jabatan tersebut berkaitan erat dengan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Dugaan keterlibatan oknum anggota BAIS dalam insiden tersebut memicu tekanan publik yang masif terhadap kredibilitas lembaga intelijen pertahanan tersebut.

“Penyerahan jabatan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kasus yang melibatkan empat prajurit TNI. Kendati demikian, status resminya—apakah ini merupakan murni pengunduran diri atas inisiatif pribadi atau pencopotan dari komando atas—masih dalam proses verifikasi lebih lanjut,” ujar Aulia Dwi Nasrullah dalam keterangannya.

Baca Juga:Dampak Kebijakan Prabowo: Pemda Bakal Pecat Ribuan PPPKMBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Layanan Kembali Berjalan Setelah Lebaran 2026

Sosok Spesialis Intelijen dari Korps Infanteri

Langkah mundur Yudi Abrimantyo menjadi sorotan tajam karena ia bukanlah sosok sembarangan di internal TNI. Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1989 ini merupakan perwira tinggi dari kecabangan Infanteri yang telah malang melintang di dunia intelijen selama puluhan tahun.

Rekam jejaknya mencakup posisi strategis, mulai dari Paban Utama A-5 Dit A BAIS TNI (2016–2018), hingga menjabat sebagai Bandep Urusan Sosial Budaya di Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas). Sebelum menduduki kursi Kabais, Yudi juga sempat memperkuat Kementerian Pertahanan sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan pada periode 2020–2021. Pengalamannya yang luas membuat pengunduran dirinya dianggap sebagai kehilangan besar bagi struktur intelijen militer saat ini.

Sorotan Publik Terhadap Lonjakan Kekayaan

Di balik drama pengunduran diri tersebut, publik juga mulai membedah aspek transparansi finansial sang jenderal. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2024, Yudi tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp8,49 miliar tanpa catatan utang.

Angka ini memicu diskusi hangat lantaran adanya kenaikan signifikan dibandingkan laporan awal pada tahun 2018 yang hanya berkisar di angka Rp2,7 miliar. Mayoritas kekayaannya tertanam pada aset properti berupa tanah dan bangunan senilai Rp4,9 miliar yang tersebar di wilayah strategis seperti Jakarta Timur, Bogor, dan Bekasi. Selain itu, pundi-pundi kekayaannya juga mencakup koleksi kendaraan bermotor, harta bergerak lainnya, serta simpanan kas senilai miliaran rupiah.

0 Komentar