“Gunakan kebijakan WFA ini dengan bijak. Tidak perlu terburu-buru pulang bersamaan saat puncak arus balik. Dengan menyebar waktu kepulangan, perjalanan akan lebih nyaman dan terhindar dari kemacetan panjang,” imbau Kakorlantas.
Larangan Berhenti di Bahu Jalan
Terkait aspek keselamatan, Kakorlantas mengingatkan agar para pemudik tidak menggunakan bahu jalan tol sebagai tempat beristirahat. Selain membahayakan keselamatan, kebiasaan ini juga kerap menjadi pemicu kemacetan di jalan bebas hambatan.
“Bahu jalan hanya diperuntukkan bagi keadaan darurat, bukan untuk beristirahat atau tidur. Apabila lelah, silakan menuju rest area terdekat atau keluar ke jalur arteri untuk mencari tempat istirahat yang aman. Berhenti di bahu jalan sangat berisiko menyebabkan kecelakaan dan menghambat arus kendaraan lain,” tegasnya.
Baca Juga:Jadwal FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Bertanding 27 Maret, Bisa Duel Lawan BulgariaPemerintah Wacanakan PJJ Mulai April 2026, Efisiensi Energi Jadi Pertimbangan
Masyarakat juga diminta untuk tidak memaksakan perjalanan pada waktu yang sama guna menghindari kepadatan yang tidak perlu.
“Kami mengimbau agar masyarakat tidak memaksakan pulang di tanggal yang sama. Jika semua bergerak serentak, akan terjadi penumpukan yang justru merugikan pemudik sendiri,” imbuhnya.
Dengan skema ini, Polri berharap arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan terkendali.
“Kami tidak hanya mengatur pergerakan kendaraan, tetapi juga memastikan setiap perjalanan kembali dapat berlangsung selamat hingga sampai di rumah,” ujar Irjen Agus. (red)
