JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai memberlakukan skema satu arah atau one way untuk arus balik pada Selasa (24/3) pukul 14.00 WIB. Kebijakan ini mencakup ruas tol dari Km 414 Kalikangkung hingga Km 70 Cikampek Utama. Pemberlakuan skema ini akan dilepas langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama sejumlah menteri.
Penerapan one way nasional merupakan langkah antisipasi terhadap lonjakan arus balik yang diprediksi cukup tinggi seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat pada masa mudik tahun ini.
Kepala Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa setiap kebijakan lalu lintas yang diambil pada tahun ini didasarkan pada hasil analisis data serta kondisi terkini di lapangan.
Baca Juga:Jadwal FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Bertanding 27 Maret, Bisa Duel Lawan BulgariaPemerintah Wacanakan PJJ Mulai April 2026, Efisiensi Energi Jadi Pertimbangan
“Skema one way ini merupakan langkah yang terukur dan berbasis data. Kami melihat adanya potensi peningkatan volume kendaraan yang cukup besar, sehingga perlu dikelola sejak awal agar tidak terjadi kepadatan,” ujar Irjen Agus, Selasa (24/3/2026).
Berdasarkan data Korlantas, volume puncak arus mudik sebelumnya mencapai 270 ribu kendaraan per hari. Sementara itu, kendaraan yang telah kembali menuju Jakarta saat ini baru sekitar 43 persen, yang mengindikasikan masih adanya potensi lonjakan signifikan dalam beberapa hari ke depan.
“Artinya, pergerakan arus balik masih akan terus berlangsung. Oleh karena itu, kami menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas secara bertahap dan fleksibel,” ujarnya.
Irjen Agus juga menekankan bahwa kebijakan one way tidak diterapkan secara kaku. Pihaknya akan melakukan penyesuaian secara dinamis sesuai kondisi aktual di lapangan.
“Jika volume kendaraan masih tinggi, one way dapat diperpanjang. Namun apabila sudah mulai menurun, akan kami normalisasi kembali. Semua keputusan diambil berdasarkan situasi terkini,” jelasnya.
Dorongan Manfaatkan Kebijakan WFA
Selain pengaturan lalu lintas, masyarakat didorong untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) yang telah diberikan pemerintah bagi ASN, serta imbauan serupa untuk pekerja swasta. Dengan bekerja secara daring dari kampung halaman, diharapkan para pemudik dapat mengatur ulang waktu kepulangan sehingga beban kepadatan di jalur utama dapat lebih terkendali.
