JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memprediksi volume kendaraan pada periode arus balik Lebaran 2026 akan mencapai titik tertinggi dalam sejarah transportasi nasional. Lonjakan ini dipicu oleh normalisasi mobilitas pasca-pandemi yang didukung oleh peningkatan konektivitas jalan tol di seluruh Indonesia.
​Guna mengantisipasi kemacetan total, Kakorlantas Polri Irjen Pol Suryo Nugroho menyatakan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas presisi dan strategi manajemen permintaan. Otoritas akan membagi arus balik menjadi dua tahap utama untuk menyeimbangkan beban jalan raya agar tidak melampaui kapasitas pelayanan.
​”Puncak arus mudik Lebaran 2026 menjadi yang tertinggi dalam sejarah. Arus balik diprediksi akan terbagi menjadi dua tahap… moga-moga dengan dua tahap ini nanti bisa terurai sehingga arus balik bisa kita kelola dengan baik,” ujar Irjen Pol Suryo Nugroho dalam keterangannya.
Baca Juga:KPK Resmi Kabulkan Status Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas, Ini AlasannyaSadari Banyak Kekurangan, KDM Minta Maaf kepada Masyarakat Jabar Saat Idulfitri
​Arus balik Tahap 1 dijadwalkan berlangsung pada 23-24 Maret 2026, yang difokuskan untuk mengakomodasi pemudik dengan jadwal kerja formal. Sementara Tahap 2 akan dilaksanakan pada 28-29 Maret 2026 untuk mengurai sisa volume pemudik yang memiliki libur lebih panjang.
​Berdasarkan analisis Korlantas Polri, puncak arus balik utama diprediksi jatuh pada 24 Maret 2026. Pada tanggal kritis tersebut, volume kendaraan diproyeksikan berada pada level maksimal.
​”Masyarakat diharapkan tidak kembali pada tanggal tersebut guna menghindari penumpukan kendaraan yang tidak terkendali,” imbau Kakorlantas.
​Sebagai solusi alternatif, pihak kepolisian merekomendasikan skenario distribusi arus mandiri. Masyarakat disarankan memanfaatkan tanggal 26 dan 27 Maret 2026 sebagai “Golden Dates” atau zona penyangga perjalanan. Selain itu, optimalisasi kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 26, 27, dan 28 Maret juga didorong agar masyarakat dapat melakukan perjalanan pada Tahap 2 secara lebih landai. (rif/dbs)
