Lebaran di Garis Depan: Pejabat Eselon II dan III Kota Cirebon Dilarang Mudik dan Haram Terima THR

Effendi edo
Effendi Edo, Walikota Cirebon \"haramkan\" pejabat di lingkungannya mudik dan menerima THR saat lebaran ini.
0 Komentar

CIREBON – Di saat jutaan masyarakat bersiap membungkus rindu untuk dibawa ke kampung halaman, instruksi tegas justru mendarat bagi jajaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon. Para pejabat eselon II dan III dipastikan tidak akan mencicipi euforia mudik pada Idulfitri 1447 H tahun ini. Mereka diwajibkan tetap berada di pos masing-masing untuk menjaga ritme pelayanan publik tetap stabil di tengah lonjakan aktivitas Lebaran.

​Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif Pemkot Cirebon dalam menghadapi dinamika arus mudik dan balik yang diprediksi mencapai puncaknya pada Maret 2026 ini. Tidak hanya larangan mudik, para pejabat ini juga diingatkan untuk mematuhi aturan ketat mengenai gratifikasi dengan tidak menerima maupun memberi Tunjangan Hari Raya (THR) dalam bentuk apa pun.

​Siaga 24 Jam demi Pelayanan Publik

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa dedikasi terhadap tugas negara harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan pribadi atau tradisi keluarga. Seluruh pejabat di level pimpinan tinggi pratama dan administrator wajib berada dalam status on call atau siap siaga penuh setiap saat.

Baca Juga:H-1 Lebaran 2026: Arus Mudik di Tol Cipali Melandai, Skema One Way Masih BertahanHarga Emas Pegadaian 20 Maret 2026: Simak Rincian UBS dan Galeri 24 Terkini

​”Saya meminta seluruh pejabat di level tersebut tetap siaga selama masa libur Lebaran. Eselon II dan III tidak boleh mudik. Kapan pun, 1×24 jam saat dibutuhkan, harus on call. Jadi semuanya harus siap,” tegas Effendi Edo saat ditemui di sela kegiatannya, Jumat (20/3/2026).

​Langkah ini dilakukan bukan tanpa alasan yang kuat. Mobilitas masyarakat yang tinggi selama Lebaran di Kota Cirebon, yang merupakan titik krusial jalur transit, menuntut kesiapan penuh aparatur pemerintah. Mulai dari penanganan potensi kedaruratan, pengaturan kepadatan lalu lintas, hingga memastikan layanan dasar masyarakat tidak terhenti hanya karena cuti bersama.

​Kompensasi dan Apresiasi Pasca-Lebaran

Berada di garis depan saat sebagian besar warga berkumpul dengan keluarga tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pejabat. Namun, Pemkot Cirebon memastikan bahwa pengabdian ini tidak akan sia-sia. Sebagai bentuk empati dan apresiasi atas loyalitas tersebut, Wali Kota menjanjikan adanya fleksibilitas waktu bagi mereka setelah masa sibuk angkutan Lebaran berakhir.

0 Komentar