CIREBON – Menjelang fajar Idulfitri 1447 H, sebuah kolaborasi lintas energi lahir dari jantung kreativitas Cirebon Timur hingga Brebes. SP Band resmi menggandeng vokalis rock yang tengah naik daun, Bams D’Brug, untuk merilis single terbaru bertajuk “Terpeluk Sunyi”. Lagu ini dijadwalkan melakukan soft launching pada H-1 Lebaran, sebagai kado spiritual bagi para pendengar yang merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menempa diri.
Ditulis oleh Nana Hanavy, “Terpeluk Sunyi” bukan sekadar lagu religi musiman. Liriknya merupakan refleksi jujur atas pergulatan batin manusia yang kerap tertutup debu duniawi. Melalui metafora yang dalam, lagu ini mengisahkan perjalanan seorang hamba yang menemukan makna “pulang” justru dalam keheningan yang paling sunyi.
“Lirik ini lahir dari titik nadir kegelisahan, di mana saya menyadari bahwa kehilangan pun bisa menjadi rahmat jika itu menuntun kita kembali kepada-Nya,” ungkapnya.
Baca Juga:Kabar Gembira bagi Pemudik, Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama Libur LebaranKasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Empat Prajurit TNI Resmi Ditahan di Sel 'Super Security Maximum'
Proses Produksi: Ibadah Kreatif dari Ashar hingga Sahur
Proses lahirnya lagu ini berawal dari estafet kreativitas. Jay Q (keyboardist) menerima materi awal dari Nana Hanavy, yang kemudian disambut antusias oleh Adi. Keduanya sepakat bahwa lagu ini membutuhkan karakter vokal yang kuat dan eksplorstif, namun tetap mampu menyayat sisi emosional pendengar.
Pilihan pun jatuh kepada Bams D’Brug, yang dinilai mampu menerjemahkan lirik kontemplatif ini dengan teknik vokal matang dan penuh penghayatan. Benar saja, Bams yang belum lama ini berduet dengan Charly Van Houtten juga Dede April, menuntaskan sesi take vocal yang digeber semalaman dengan sangat baik.
Produksi digarap secara serius di Sintesis Production studio milik Jito gitaris SP Band sekaligus dewa guitar kebanggaan Cirebon Timur. Jito, yang sebelumnya sukses memproduksi “Munajat Ramadhan” (2021) bersama SP Band, kembali dipercaya sebagai operator produksi sekaligus pengisi lead guitar di lagu Terpeluk Sunyi.
Momen magis terjadi di pertengahan Ramadhan 1447 H, ketika seluruh tim mengunci diri di studio dan menyelesaikan proses produksi secara maraton—dari waktu Asar hingga santap sahur.
