CIREBON – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) mulai mematangkan persiapan sidang isbat untuk menetapkan Hari Raya Idul Fitri 2026. Sebanyak 117 titik pemantauan hilal telah disiapkan di seluruh penjuru Indonesia, di mana tujuh lokasi strategis di antaranya berada di wilayah Jawa Barat.
Pemantauan hilal atau rukyatul hilal merupakan langkah krusial untuk menentukan kemunculan bulan sabit muda sebagai penanda masuknya 1 Syawal. Langkah ini melibatkan sinergi lintas instansi, mulai dari kantor Kemenag kabupaten/kota, Pengadilan Agama, organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, hingga lembaga daerah terkait.
Mekanisme Sidang Isbat
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa seluruh data dari titik pantau di daerah akan menjadi basis data utama bagi pemerintah dalam mengambil keputusan. Proses ini dilakukan secara sistematis untuk memastikan akurasi penetapan hari kemenangan bagi umat Muslim.
Baca Juga:Isu Naturalisasi Dua Pemain Berdarah Indonesia, PSSI Akhirnya Angkat BicaraKisruh Dapur MBG: Pemilik Ngaku Cucu Menteri, Anggaran Bahan Pangan 'Dipangkas' Jadi Rp 6.500
“Seperti biasa, sidang isbat diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangan resminya pada Senin (16/3/2026), sebagaimana dikutip dari laman Kemenag.go.id.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa setelah pemaparan posisi hilal secara sains, agenda akan dilanjutkan dengan sidang tertutup. Dalam forum tersebut, laporan rukyatul hilal yang masuk dari berbagai penjuru daerah akan dibahas secara mendalam sebelum akhirnya hasil keputusan diumumkan secara transparan kepada masyarakat luas.
Titik Pantau di Jawa Barat
Provinsi Jawa Barat kembali menjadi salah satu wilayah kunci dalam pemantauan ini. Berikut adalah daftar tujuh lokasi yang menjadi pusat observasi di Jawa Barat:
1. Masjid Agung Nasional An-Nuur, Subang.
2. Observatorium Albiruni Unisba, Bandung.
3. POB Sindangkerta, Tasikmalaya.
4. Lapas Banjar, Kota Banjar.
5. Observatorium Keusik Luhur, Pangandaran.
6. POB Cibeas, Sukabumi.
7. POB Pantai Baro Gebang, Cirebon.
Proyeksi Astronomis (Hisab)
Berdasarkan data perhitungan astronomi atau hisab, fenomena konjungsi (ijtimak) diperkirakan terjadi pada pukul 08.23 WIB. Pada hari pemantauan, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia dilaporkan sudah berada di atas ufuk.
Secara teknis, ketinggian hilal diprediksi berkisar antara 0^circ 54′ 27” hingga 3^circ 7′ 52”, dengan sudut elongasi mencapai 4^circ 32′ 40” sampai 6^circ 06′ 11”. Angka-angka ini akan dibuktikan secara visual melalui teropong di lapangan untuk memenuhi kriteria penetapan.
