JAKARTA – Dua Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat dilaporkan datang menemui Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pertemuan yang digelar di Blitar pada Senin (16/3/2026) itu bertujuan untuk meminta perlindungan.
Kedua kepala SPPG tersebut adalah Rizal Zulfikar Fikri dan Moch. Syafi’i Misbachul Mufid. Mereka mengaku mengelola dapur di bawah naungan Yayasan Bhakti Bhojana Nusantara.
Dalam pertemuan itu, mereka melaporkan telah mengalami tekanan dan intimidasi. Pelakunya adalah sebuah yayasan yang diklaim dimiliki oleh seseorang yang mengaku sebagai cucu menteri.
Baca Juga:Strategi Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan Antisipasi Kepadatan Arus Mudik 2026Polres Cirebon Kota Ungkap Kasus Pembunuhan di Jalan Dukuh Semar, Dua Pelaku Ternyata Pasangan Suami Istri.
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menjelaskan bahwa tekanan sudah dirasakan selama berbulan-bulan. Tidak hanya kepala SPPG, tetapi juga petugas pengawas gizi dan keuangan ikut menjadi sasaran.
“Kepala SPPG itu ditekan dan ditakut-takuti akan didatangkan polisi atau pengacara jika tidak mengikuti kemauan yayasan,” ujar Nanik mengutip pernyataan para pelapor.
Intimidasi tersebut diduga berkaitan dengan rekayasa anggaran bahan pangan. Yayasan disinyalir hanya membelanjakan Rp 6.500 per porsi, padahal anggaran dari BGN ditetapkan sebesar Rp 10 ribu per porsi.
Akibat pemangkasan budget tersebut, para kepala SPPG mengaku terpaksa merogoh kocek pribadi. Mereka harus menombok kekurangan biaya belanja agar menu yang disajikan tetap layak untuk anak-anak.
“Saya kasihan sama adik-adik siswa penerima manfaat,” ungkap Mufid menjelaskan alasannya rela menggunakan uang pribadi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BGN langsung bergerak cepat. Pihaknya memberhentikan sementara operasional dua SPPG di kawasan Ponorogo itu.
Sebelum mengambil keputusan, Ketua Harian Tim Koordinasi Program MBG terlebih dahulu melakukan konfirmasi. Menteri yang disebut-sebut memiliki cucu itu menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki cucu yang mengelola kedua dapur tersebut.
Baca Juga:FIFA Series 2026: Lawan Timnas Indonesia, Bulgaria Tanpa Pemain Bintang hanya Turunkan Pemain MudaAntisipasi Puncak Arus Mudik 18 Maret, Korlantas Polri Siap Berlakukan One Way Nasional
Sang Menteri bahkan setuju agar dapur milik oknum yang mengaku sebagai cucunya itu ditutup. Hal ini menjadi dasar bagi BGN untuk melakukan tindakan lebih lanjut.
Temuan Mengerikan Saat Inspeksi Mendadak
Setelah mendapat izin, BGN langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi. Tim yang diterjunkan dipimpin oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro.
