Sektor-sektor strategis seperti kesehatan (rumah sakit dan puskesmas), transportasi, keamanan, serta layanan kebencanaan tetap diinstruksikan untuk beroperasi secara normal dan diatur dengan sistem piket yang ketat.
“Kami mengimbau para pimpinan instansi agar mengatur penyesuaian ini secara mandiri dan selektif. Layanan publik yang berdampak langsung kepada masyarakat harus tetap berjalan optimal. Pengawasan berkelanjutan harus dilakukan untuk membagi proporsi ASN yang bekerja di kantor (WFO) maupun yang fleksibel (WFA) sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Rini.
Melalui sinergi antar-lembaga ini, pemerintah berharap produktivitas ASN tetap terjaga di level tertinggi, sembari memastikan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh lapisan masyarakat. (rif/dbs)
