BANDUNG – Suasana perniagaan di Pasar Sehat Soreang, Kabupaten Bandung, berubah mencekam pada Senin (16/3/2026). Sebuah konstruksi kanopi berukuran besar di bagian belakang pasar tiba-tiba ambruk dan menimpa deretan kios serta warga yang tengah beraktivitas di bawahnya. Insiden maut ini mengakibatkan satu orang dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.
​Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, tepatnya di Blok 3, pemandangan memprihatinkan terlihat dari sisa-sisa reruntuhan. Material berat berupa habel, beton, hingga rangka besi yang semula menyangga kanopi, tampak berserakan menutupi akses jalan pasar. Plafon baja ringan yang hancur berkeping-keping menambah kesemrawutan di titik evakuasi.
​Ambruknya atap pelindung ini tidak hanya menyasar struktur bangunan, tetapi juga melumat barang dagangan milik para pedagang yang berada di area tersebut. Setidaknya satu unit sepeda motor milik warga dilaporkan rusak berat akibat tertimpa bongkahan beton.
Baca Juga:MK Beri Tenggat 2 Tahun Bagi Pemerintah untuk Ganti UU Hak Keuangan Lembaga TinggiHakim Konstitusi Anwar Usman Pamit, Akhiri 15 Tahun Masa Pengabdian di MK
​Warga dan pedagang di sekitar lokasi langsung berkerumun, bahu-membahu melakukan upaya penyelamatan awal sebelum petugas tiba. Empat orang yang menjadi korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di wilayah Soreang untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
​Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, yang turun langsung ke lokasi kejadian mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan mengenai belasan kios yang terdampak parah.
​”Ada sekitar 13 kios yang atapnya roboh. Informasi sementara, terdapat empat korban; tiga orang telah dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka-luka, dan satu orang dinyatakan meninggal dunia,” tegas Aldi saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (16/3/2026).
​Aldi menambahkan bahwa prioritas utama kepolisian saat ini adalah menolong para korban dan melakukan sterilisasi di area pasar guna menghindari ambrukan susulan. “Korban meninggal dunia sudah kami bawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya,” ungkapnya.
​Pasca-evakuasi, tim Satreskrim Polresta Bandung segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi. Penyelidikan mendalam kini tengah dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti runtuhnya struktur bangunan yang tergolong masih aktif tersebut.
​Kapolresta menegaskan bahwa pihaknya akan melibatkan ahli untuk mengecek kelayakan serta kondisi konstruksi bangunan di Pasar Sehat Soreang secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada unsur kelalaian dalam pembangunan atau pemeliharaan gedung yang memicu terjadinya tragedi maut ini.
