KontraS mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya. Mereka menilai tindakan ini merupakan bentuk ancaman nyata terhadap keselamatan pembela HAM di Indonesia.
“Tindakan penyiraman air keras ini berpotensi menimbulkan luka permanen hingga mengancam nyawa. Kami meminta kepolisian tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap motif dan dalang di balik serangan ini,” tegas pihak KontraS. (rif/dbs)
