JAKARTA – Meski tertinggal cukup jauh di papan klasemen, Persija Jakarta tetap mempertahankan optimisme untuk bisa mengamankan gelar juara BRI Super League 2025/2026. Direktur klub, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa perjuangan tim berjuluk Macan Kemayoran itu belum usai dan peluang untuk menyalip pesaing di papan atas masih terbuka lebar.
“Kami masih memiliki kesempatan yang sama untuk bisa finish di puncak klasemen. Insya Allah, dengan kerja keras dan fokus penuh, target tersebut bisa tercapai,” ujar Prapanca dalam keterangan resmi yang dirilis Jumat (13/3/2026) .
Persija saat ini menghuni peringkat ketiga klasemen sementara dengan torehan 51 poin dari 24 pertandingan. Tim ibu kota tertinggal enam angka dari Persib Bandung yang kokoh di puncak dengan 57 poin. Sementara itu, posisi runner-up ditempati Borneo FC dengan koleksi 53 poin.
Baca Juga:H-7 Lebaran: Arus Mudik di Jalur Pantura Jabar Mulai Mengular, Ribuan Pemudik Motor Terjang Jalur UtamaKabar Baik! Ole Romeny Dipastikan Fit dan Siap Perkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Perbedaan poin ini semakin terasa setelah Persija hanya mampu bermain imbang 2-2 saat menjamu Borneo FC di laga kandang sebelumnya. Sebaliknya, Persib sukses meraih kemenangan telak 3-0 atas Persik Kediri. Meski jarak poin cukup signifikan, pihak manajemen menilai persaingan masih panjang dan dinamika kompetisi bisa berubah kapan saja.
Prapanca mengingatkan bahwa untuk bisa mewujudkan ambisi tersebut, konsistensi menjadi harga mati. Tim asuhannya tidak boleh lagi kehilangan poin di laga-laga tersisa. Manajemen pun tengah bekerja keras untuk menjaga motivasi pemain serta memastikan seluruh skuad dalam kondisi prima hingga akhir musim.
Di tengah upaya mempertahankan asa juara, Persija dihadapkan pada masalah internal yang cukup mengganggu. Sosok pemain asing asal Brasil, Alano Lima, menjadi sorotan karena minimnya kedisiplinan di lapangan.
Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, mengungkapkan bahwa Alano telah mengoleksi 12 kartu kuning sepanjang musim ini. Catatan tersebut menjadikannya pemain dengan akumulasi kartu terbanyak di kompetisi. Kebiasaan ini dinilai sangat merugikan tim, terutama karena beberapa kali Alano harus absen di laga penting akibat akumulasi kartu.
“Masalah ini sudah berulang kali kami ingatkan. Semua pemain sudah mendapat teguran sejak putaran pertama, tapi Alano belum menunjukkan perubahan signifikan,” kata Bambang Pamungkas .
