CIREBON – Memasuki H-7 perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, denyut arus mudik di jalur legendaris Pantai Utara (Pantura) mulai menunjukkan eskalasi yang signifikan. Ribuan kendaraan, yang didominasi oleh pemudik roda dua, terpantau mulai memadati ruas jalan utama di Kota Cirebon, Jawa Barat, sejak Sabtu (14/3/2026) dini hari.
​Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, diperkirakan sekitar 5.000 unit kendaraan telah melintas dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah sejak tengah malam hingga pagi hari. Meski terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup tajam, arus lalu lintas di jalur penghubung antarprovinsi ini terpantau masih relatif lancar tanpa adanya titik kemacetan yang mengunci.
​Pantauan di Simpang Empat Pemuda, Kota Cirebon, pada pukul 09.00 WIB menunjukkan antrean kendaraan di lampu merah didominasi oleh sepeda motor dengan perlengkapan mudik khas, seperti tas besar dan barang bawaan tambahan. Para pemudik memilih berangkat lebih awal guna menghindari puncak arus mudik yang diprediksi akan terjadi pada Sabtu malam hingga sepanjang hari Minggu besok.
Baca Juga:Kabar Baik! Ole Romeny Dipastikan Fit dan Siap Perkuat Timnas Indonesia di FIFA Series 2026Sopir Mengantuk, Pickup Terguling Akibat Tabrakan Beruntun di KM 141 Tol CipaliÂ
​Kondisi serupa juga terpantau di titik lain. Di wilayah Jatisari, Karawang, arus lalu lintas pada pukul 15.30 WIB masih berada dalam kategori ramai lancar. Aspal yang mulus di sebagian besar jalur utama menjadi salah satu alasan para pemudik mampu memacu kendaraannya dengan kecepatan stabil.
​Salah seorang pemudik yang tengah melintasi jalur Pantura, mengungkapkan pengalamannya kepada tim Jabar Publisher terkait kondisi infrastruktur jalan tahun ini.
​”Kondisi jalan ramai lancar, sekitar 80 persen jalannya sudah enak untuk dipacu kencang. Namun, bagi rekan-rekan yang mau mudik tetap harus hati-hati. Usahakan mengambil lajur kiri karena kondisi aspalnya terasa lebih stabil dan aman,” ujarnya saat ditemui pada Sabtu sore.
​Pihak kepolisian dan dinas perhubungan setempat tetap mengimbau para pemudik untuk menjaga jarak aman dan tidak memaksakan diri jika merasa lelah. Mengingat lonjakan arus diprediksi akan terus meningkat hingga esok hari, para petugas di pos pengamanan (Pospam) telah disiagakan penuh untuk melakukan rekayasa lalu lintas jika terjadi penumpukan di titik-titik rawan. (rif)
