JAKARTA – Upaya sistematis mafia judi online dalam mencuci uang hasil kejahatan kembali terbongkar. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat secara resmi menyerahkan uang rampasan senilai Rp530.430.217.325 (setengah triliun lebih) beserta denda Rp1 miliar ke kas negara melalui Kementerian Keuangan, Jumat (13/3/2026).
​Dana fantastis tersebut merupakan milik terpidana Oei Hengky Wiryo (69), seorang bos besar sindikat perjudian daring yang selama bertahun-tahun berhasil mengecoh hukum melalui kedok perusahaan konsultan teknologi informasi (TI).
​Modus Operandi: Perusahaan Cangkang dan “Beneficial Owner”
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Nurul Wahida Rifai, mengungkapkan bahwa sindikat ini menjalankan operasinya dengan sangat rapi. Oei Hengky bersama rekannya, Henkie, mendirikan PT A2Z Solusindo Teknologi pada tahun 2018. Secara administratif, perusahaan ini terdaftar sebagai entitas yang bergerak di bidang perdagangan dan konsultasi komputer guna memberikan citra bisnis yang legal.
Baca Juga:Antisipasi Mudik Dini, 1.200 Personel Gabungan Siaga Total di Jalur CirebonPersija Jakarta Masih Percaya Diri Kejar Gelar Juara BRI Super League Musim Ini
​Namun, di balik layar, PT A2Z Solusindo Teknologi hanyalah “perusahaan cangkang”. Perusahaan ini bertindak sebagai beneficial owner dari PT Trans Digital Cemerlang, sebuah portal web yang menjadi payung bagi setidaknya 14 situs judi daring besar.
​“Terpidana menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul, sumber, lokasi, atau kepemilikan yang sebenarnya atas harta kekayaan hasil tindak pidana perjudian melalui beberapa perusahaan cangkang,” tegas Nurul di Kantor Kejari Jakarta Barat.
​Dalam struktur organisasi, Oei Hengky menjabat sebagai Komisaris Utama dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 60 persen, sementara Henkie menduduki posisi Direktur Utama. Melalui skema inilah, uang setoran dari para pemain judi dialirkan secara berlapis ke rekening pribadi dan afiliasi untuk menghilangkan jejak.
​Gurita Bisnis 14 Situs Judi Online
​Selama kurun waktu tujuh tahun (2018–2025), jaringan Oei Hengky diketahui mengendalikan ekosistem judi online yang sangat masif. Beberapa situs yang berhasil diidentifikasi antara lain:
​YUKKPLAY54, BetVIVA, ARENASLOT77​loginjptogel77, royal777vip, Juragan Gaming​CBOGAMING, 888Togel, mabukw1n, AQUASLOT​Alexis17, GOKKEN138, UGSLOT, dan HCS77
Kejatuhan imperium judi ini bermula pada tahun 2024, ketika Bareskrim Polri menerima laporan transaksi keuangan mencurigakan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Penyelidikan mendalam berhasil melacak aliran dana deposit pemain yang bermuara pada rekening-rekening penampung milik sindikat Oei Hengky, hingga akhirnya sang gembong ditangkap pada tahun 2025.
