Antisipasi Mudik Dini, 1.200 Personel Gabungan Siaga Total di Jalur Cirebon

Kesiapan personel polresta cirebon
Kapolresta dan Bupati Cirebon memeriksa petugas yang hendak diturunkan pada arus mudik dan balik di Cirebon, Kamis (12/3/2026).
0 Komentar

CIREBON – Jajaran Polresta Cirebon bergerak cepat merespons potensi gelombang mudik dini yang diprediksi mulai menyentuh wilayah gerbang Jawa Tengah pada Sabtu (14/3/2026). Sebagai langkah preventif, sebanyak 1.200 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, serta instansi terkait disiagakan untuk mengawal kelancaran arus lalu lintas di titik-titik krusial Kabupaten Cirebon.

​Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, menegaskan bahwa seluruh personel telah melewati tahapan apel gelar pasukan sebagai bentuk kesiapan akhir. Sejak Jumat (13/3) tepat pukul 00.00 WIB, para petugas mulai mengokupasi pos-pos pengamanan untuk memastikan infrastruktur dan sistem kendali lalu lintas berfungsi optimal sebelum lonjakan kendaraan tiba.

​“Kami telah menyiagakan sekitar 1.200 personel gabungan. Penempatan petugas di pos masing-masing dilakukan lebih awal untuk memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi prediksi gelombang pertama arus kendaraan yang diperkirakan terjadi pada Sabtu, 14 Maret ini,” ungkap Kombes Pol Imara Utama saat ditemui di Mapolresta Cirebon.

Baca Juga:Persija Jakarta Masih Percaya Diri Kejar Gelar Juara BRI Super League Musim IniH-7 Lebaran: Arus Mudik di Jalur Pantura Jabar Mulai Mengular, Ribuan Pemudik Motor Terjang Jalur Utama

​Infrastruktur Pengamanan: 11 Pos Strategis dan Pantauan KM 188

​Guna menunjang operasional di lapangan, Polresta Cirebon telah mendirikan sedikitnya 11 pos yang tersebar di wilayah hukum Kabupaten Cirebon. Pos-pos tersebut dikategorikan menjadi pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu.

​Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah Pos Terpadu di KM 188 Tol Cipali. Pos ini dioperasikan secara kolaboratif bersama Korlantas Polri dan dinas terkait untuk memantau fluktuasi volume kendaraan secara real-time. Meski skema rekayasa lalu lintas seperti one way menjadi perbincangan, Imara menekankan bahwa kebijakan tersebut tetap berada di bawah kendali penuh Korlantas Polri berdasarkan dinamika kepadatan di lapangan.

​Jalur Arteri dan Skema Penutupan U-Turn Situasional

Fokus pengamanan tidak hanya tertuju pada jalur bebas hambatan. Jalur arteri Pantura yang kerap menjadi tumpuan pemudik roda dua juga mendapatkan pengawasan ekstra. Polresta Cirebon telah memetakan sekitar 30 titik putar balik atau U-turn yang berpotensi menjadi titik sumbat kemacetan.

​“Di Kabupaten Cirebon terdapat sekitar 30 titik U-turn yang sudah kami petakan. Penutupan atau sterilisasi titik putar balik ini nantinya akan bersifat situasional. Jika volume kendaraan terpantau masih landai, arus akan diberlakukan normal. Namun, jika terjadi eskalasi signifikan yang mengancam kelancaran, penutupan akan segera dilakukan secara taktis,” tambah Imara.

0 Komentar