JAKARTA – Dunia dakwah tanah air mengguncang kabar miring setelah seorang tokoh agama ternama berinisial SAM dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan membuka wawasan seksual terhadap sejumlah santrinya. Kasus yang menyeret sosok yang dikenal sebagai juri ajang pencarian bakat hafiz Al-Qur’an di televisi swasta ini dilaporkan telah naik ke tahap penyelidikan.
Berdasarkan keterangan tim kuasa hukum korban, aksi bejat tersebut diduga dilakukan dalam rentang waktu yang sangat panjang, yakni sejak tahun 2017 hingga awal 2025. Kuasa hukum para korban, Benny Jehadu, mengungkapkan bahwa kliennya yang berjumlah lima orang terdiri dari pria dewasa hingga anak di bawah umur.
Modus Iming-Iming Beasiswa Luar Negeri
Dalam melancarkan aksinya, dilaporkan diduga memanfaatkan hubungan kekuasaan antara guru dan murid. SAM disebut menjanjikan para korban akan disekolahkan ke luar negeri untuk menempuh pendidikan agama. Kejadian ini disinyalir terjadi di sebuah rumah tahfidz, tempat para korban menimba ilmu di bawah pengawasan langsung sang ustaz.
Baca Juga:Lagi, KPK Gelar OTT di Bulan Ramadhan: Bupati Cilacap Terjaring Operasi SenyapPenjara Emas di Balik Seragam Dinas: Tragedi SK Ganda, Hedonisme, dan Runtuhnya Moralitas Birokrasi
“Modusnya, korban diiming-imingi akan disekolahkan ke luar negeri. Karena ini hubungan guru dengan murid, korban berada dalam penguasaan pelaku,” ujar Benny Jehadu kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
Ia juga menekankan bahwa pemahaman ini merupakan kasus sesama jenis (pedofilia dan penyimpangan seksual pada orang dewasa).
Janji Manis Tahun 2017 yang Tercederai
Fakta mengejutkan terungkap bahwa dugaan perilaku menyimpang ini sebenarnya sempat terendus pada tahun 2017. Kala itu, SAM dikabarkan telah mengakui perbuatannya dan menyampaikan maaf permohonan serta berjanji tidak akan mengulanginya. Namun, janji tersebut diukur hanya isapan jempol belaka setelah tindakan serupa kembali terjadi pada tahun 2025.
“Tahun 2017 pelaku sempat meminta maaf dan berjanji berhenti. Akan tetapi pada 2025 terjadi lagi. Inilah yang menjadi alasan kuat bagi para korban untuk akhirnya menempuh jalur hukum ke Bareskrim Polri melalui laporan yang difasilitasi oleh akun Instagram @lets.talkandenjoy, ” tambah Benny.
Salah Sasaran: Ustaz Solmed Beri Klarifikasi Menohok
Seiring mencuatnya inisial SAM, jagat media sosial sempat memanas. Warganet mulai berspekulasi dan mengunggah akun Instagram Ustaz Solmed (Saleh Mahmud), menimbulkan namanya dengan inisial tersebut. Menanggapi tuduhan yang salah alamat, Ustaz Solmed akhirnya memberikan klarifikasi tegas namun santai pada Jumat (13/3/2026).
