Debat Soal Palestina: Sejarah vs Klaim Hoaks
Puncak ketegangan terjadi saat Feri Amsari mengangkat isu hubungan historis Indonesia dengan Palestina. Feri menyoroti keputusan Presiden Prabowo Subianto yang bergabung dengan Board of Peace (BOP) bentukan Donald Trump, yang juga melibatkan Israel. Menurut Feri, hal ini patut dipertanyakan secara etis mengingat konflik berkepanjangan di Palestina.
Feri kemudian mengingatkan peran penting Palestina dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Ia menyebut Palestina sebagai salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto pada 1944, bahkan sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945.
“Kalau tidak ada bangsawan dari Palestina yang menyumbang untuk kemerdekaan bangsa ini, melalui Agus Salim belum tentu juga kita merdeka. Jadi kalau main hutang-hutangan sejarah, sebenarnya kita punya hutang besar terhadap bangsa Palestina,” tegas Feri.
Baca Juga:Rupiah Melemah ke Rp16.890 per Dolar AS di Tengah Konflik Timur TengahIran Batal Ikut Piala Dunia 2026, Irak dan UEA Siap Jadi Pengganti
Pernyataan ini sontak membuat Abu Janda mengamuk. Ia menolak mentah-mentah anggapan tersebut dan menyebutnya sebagai hoaks.
“Utang apaan bangsa kita ke Palestina, utang apaan bang? Jangan ngaco,” teriak Abu Janda.
“Gue kasih tau ya, biar lo tau. Ada hoax yang bilang katanya, Palestina negara pertama yang ngakui kemerdekaan Indonesia itu hoax,” sambungnya.
Fakta Sejarah: Palestina Akui Indonesia Sejak 1944
Klaim Abu Janda tentang “hoax” pengakuan Palestina bertentangan dengan catatan sejarah yang terdokumentasi. Berdasarkan berbagai sumber sejarah, Palestina memang menjadi salah satu pihak pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia.
Pada 6 September 1944, Mufti Besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini menyampaikan ucapan selamat dan dukungan untuk kemerdekaan Indonesia melalui siaran radio berbahasa Arab di Berlin, Jerman. Pengakuan ini terjadi setahun penuh sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.
Tak hanya itu, seorang saudagar kaya Palestina, Muhammad Ali Taher, bahkan dikenal rela mengeluarkan seluruh kekayaannya untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia juga aktif melobi negara-negara Timur Tengah lainnya agar mengakui kedaulatan Indonesia.
Diusir dari Forum
Setelah ricuh dan tak terkendali, Feri Amsari menilai sudah selayaknya Abu Janda diusir dari ruang dialog yang merupakan ruang publik. Mendengar hal itu, Abu Janda langsung beranjak dari kursinya dan meninggalkan lokasi syuting.
