Rupiah Melemah ke Rp16.890 per Dolar AS di Tengah Konflik Timur Tengah

Rupiah Melemah ke Rp16.890 per Dolar AS
Rupiah Melemah ke Rp16.890 per Dolar AS
0 Komentar

JAKARTA – Pergeraan nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada pembukaan perdagangan Kamis pagi. Berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda terkoreksi 0,15 persen ke level Rp16.890 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan hari ini melanjutkan tren negatif yang sudah terjadi pada sesi sebelumnya. Rabu kemarin, rupiah ditutup melemah 0,06 persen di posisi Rp16.865 per dolar AS.

Indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat 0,11 persen pada pukul 09.00 WIB ke level 99,340. Penguatan ini berkelanjutan dari perdagangan sebelumnya ketika DXY ditutup naik 0,41 persen di angka 99,231.

Baca Juga:Iran Batal Ikut Piala Dunia 2026, Irak dan UEA Siap Jadi PenggantiKades Hoho Alkaf Dikeroyok Massa Usai Demo di Banjarnegara, Kacamata Pecah Baju Robek

Penguatan mata uang Paman Sam ini membuat ruang gerak rupiah untuk menguat semakin terbatas. Pelaku pasar global cenderung kembali memburu dolar AS sebagai aset aman di tengah tingginya ketidakpastian dunia.

Dari eksternal, sentimen pasar saat ini banyak dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah. Perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran menjadi perhatian utama investor karena berpotensi mengganggu perdagangan energi global.

Data inflasi AS bulan Februari yang rilis kemarin sebenarnya masih sesuai perkiraan pasar. Namun, fokus investor justru lebih tertuju pada gejolak harga minyak dan dampak jangka panjang konflik terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.

Kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi membuat pelaku pasar berada dalam posisi waspada. Lonjakan harga minyak berpotensi memicu inflasi baru dan memperlambat pemulihan ekonomi global.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati perkembangan di sektor keuangan. Komisi XI DPR RI telah menyetujui lima nama calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah melalui proses fit and proper test pada Rabu (11/3/2026).

Kelima nama tersebut adalah Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua, Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua, Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Inovasi Teknologi dan Kripto, serta Dicky Kartikoyono sebagai Kepala Eksekutif Edukasi dan Perlindungan Konsumen.

Rencananya, kelima nama tersebut akan ditetapkan secara resmi dalam Rapat Paripurna DPR yang digelar hari ini, 12 Maret 2026. Pasar akan mencermati arah kebijakan regulator keuangan ke depan di bawah kepemimpinan baru. (red)

0 Komentar