Kemenag Siapkan 6.859 Masjid Jadi Rest Area Pemudik Lebaran 2026

Mesjid jadi rest area saat mudik
Wakil Menteri Agama menegaskan untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat, tidak sekadar tempat ibadah ritual. (Foto ilustrasi Wamenag)
0 Komentar

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) RI memastikan ribuan masjid di seluruh jalur mudik Indonesia siap bertransformasi menjadi titik singgah (rest area) bagi masyarakat pada musim Lebaran 1447 Hijriah/2026. Sebanyak 6.859 masjid telah disiagakan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi para pelaku perjalanan.

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Muhammad Syafii, menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya Kemenag untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat, tidak sekadar tempat ibadah ritual.

“Kami ingin mengubah wajah masjid yang selama ini terkesan hanya dibuka untuk salat lima waktu. Tahun ini, masjid memang diprogramkan untuk memberikan pelayanan nyata kepada masyarakat yang sedang dalam perjalanan jauh,” ujar Syafii dalam acara pelepasan Ekspedisi Masjid di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga:Zakat Fitrah: Jembatan Spiritual Membasuh Jiwa, Menebar BahagiaPerkuat Perlindungan Pekerja Migran, Kabupaten Cirebon Jadi Pionir Konsolidasi Nasional MRC

Fasilitas Lengkap 24 Jam

Untuk menjamin kenyamanan pemudik, masjid-masjid yang terdaftar dalam program ini akan menyediakan berbagai fasilitas dasar dan tambahan secara gratis, di antaranya:

– Akses Operasional: Masjid dan mushala terbuka penuh selama 24 jam.

– Keamanan & Kenyamanan: Area parkir luas dengan pengawasan keamanan, serta ruang istirahat yang layak.

– Kebutuhan Dasar: Toilet bersih, ketersediaan air melimpah, serta ruang layanan kesehatan.

– Penunjang Digital: Penyediaan titik pengisian daya (charging station) untuk ponsel dan gawai lainnya.

– Logistik Ringan: Air minum serta makanan ringan bagi pemudik yang singgah.

Kolaborasi Informasi Real-Time

Guna mempermudah pemudik memetakan lokasi masjid terdekat, Kemenag menggandeng jaringan radio nasional dalam program Ekspedisi Masjid Indonesia. Kerja sama ini bertujuan menyiarkan informasi terkini mengenai titik layanan masjid serta kondisi lalu lintas di sekitarnya.

Layanan masjid ini dijadwalkan mulai beroperasi pada H-7 hingga H+7 Idul Fitri. Sementara itu, siaran informasi melalui radio akan berlangsung lebih awal, yakni sejak H-8 hingga H+8 Lebaran, guna mengawal arus mudik dan balik secara komprehensif. (rif/dbs)

0 Komentar