Aksi Ekstrem di Langit Bandung! Tim VRI Bersihkan Menara Kembar Masjid Agung Setinggi 81 Meter

Menara masjid bandung
Suasana saat pembersihan menara tampak diliput oleh awak media.
0 Komentar

Namun bagi anggota Vertical Rescue Indonesia, kegiatan ini merupakan pekerjaan yang memerlukan latihan panjang dan disiplin tinggi.

Asisten Operasi VRI, Rachman Hidayat, menegaskan teknik yang mereka gunakan memiliki standar keselamatan ketat.

“Kami menggunakan standar safety yang ketat. Ini bukan sekadar soal berani. Ada orang yang baru naik lima meter saja sudah gemetar,” ujarnya.

Baca Juga:Mediasi Buntu, Konflik Trusmiland vs Warga Pamengkang Memanas ke Ranah HukumArus Mudik Pantura 2026 Diprediksi Melandai, Jalur Selatan Jadi Primadona Baru

Seluruh personel yang terlibat telah menjalani pelatihan khusus high-angle rescue, yaitu metode penyelamatan di medan vertikal seperti tebing, jurang, gedung tinggi, hingga menara.

Menjaga Ikon Kota Bandung

Simulasi ini tidak hanya berkaitan dengan perawatan bangunan, tetapi juga memiliki beberapa tujuan strategis.

Pertama, menjaga ikon pariwisata Kota Bandung. Menara Kembar Masjid Agung Bandung merupakan simbol visual kota yang dikenal luas oleh wisatawan.

Kedua, sebagai persiapan menyambut Idul Fitri. Setiap tahun kawasan Masjid Agung Bandung dipadati ribuan jamaah saat hari raya.

Ketiga, memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai teknik penyelamatan vertikal yang jarang disaksikan secara langsung.

Simulasi ini menjadi awal dari rangkaian pembersihan intensif menara. Dalam beberapa hari ke depan, kegiatan perawatan akan terus dilakukan hingga seluruh bagian menara benar-benar bersih.

Sosok di Balik Vertical Rescue Indonesia

Di balik aksi spektakuler tersebut, terdapat sosok yang sudah dikenal luas di dunia petualangan Indonesia, yaitu Tedi Ixdiana.

Baca Juga:Kejari Geledah Kantor KONI Majalengka Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah​Seluruh Korban Longsor Bantargebang Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Ia adalah pendiri Vertical Rescue Indonesia sekaligus petualang dan ahli panjat tebing yang telah lama berkecimpung dalam kegiatan ekspedisi dan misi sosial.

Melalui organisasinya, Tedi memimpin berbagai program sosial berskala nasional. Salah satunya adalah Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung untuk Indonesia, yang bertujuan membuka akses bagi daerah-daerah terpencil.

Program tersebut telah menghasilkan ratusan jembatan gantung yang kini menjadi jalur vital bagi masyarakat di berbagai provinsi.

Selain itu, ia juga menggagas program “1.000 Jalur Panjat Tebing”, sebuah inisiatif untuk mengembangkan olahraga panjat tebing sekaligus mendorong wisata petualangan di berbagai daerah.

Dedikasinya dalam kegiatan sosial bahkan membuatnya pernah menjadi nominator Kick Andy Heroes 2018, penghargaan bagi tokoh yang memberikan kontribusi luar biasa bagi masyarakat.

0 Komentar