Aksi Ekstrem di Langit Bandung! Tim VRI Bersihkan Menara Kembar Masjid Agung Setinggi 81 Meter

Menara masjid bandung
Suasana saat pembersihan menara tampak diliput oleh awak media.
0 Komentar

BANDUNG – Siang itu, suasana Alun-Alun Kota Bandung mendadak berubah. Ratusan warga yang tengah beraktivitas tiba-tiba menengadah ke langit. Di ketinggian puluhan meter, beberapa orang tampak bergelantungan di dinding Menara Kembar Masjid Agung Bandung.

Bagi yang baru melihatnya, pemandangan tersebut terlihat menegangkan—bahkan seperti aksi ekstrem yang berbahaya. Namun bagi tim Vertical Rescue Indonesia (VRI), itu adalah pekerjaan profesional yang dijalankan dengan presisi tinggi.

Aksi tersebut merupakan simulasi pembersihan Menara Kembar Masjid Agung Bandung, yang digelar Selasa (10/3/2026), bekerja sama dengan pengelola masjid. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perawatan ikon religi sekaligus destinasi wisata Kota Bandung menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Baca Juga:Mediasi Buntu, Konflik Trusmiland vs Warga Pamengkang Memanas ke Ranah HukumArus Mudik Pantura 2026 Diprediksi Melandai, Jalur Selatan Jadi Primadona Baru

Di bawah menara, para pengunjung Alun-Alun Bandung terlihat terpaku menyaksikan aksi para relawan. Banyak yang mengangkat ponsel untuk merekam momen langka tersebut.

Sementara itu, para personel VRI dengan tenang menuruni dinding menara setinggi sekitar 81 meter menggunakan sistem tali khusus.

Teknik Rope Access di Ketinggian

Simulasi pembersihan dilakukan dengan teknik rope access, metode yang umum digunakan dalam operasi penyelamatan di tebing, gedung tinggi, maupun medan vertikal ekstrem.

Dengan perlengkapan keselamatan lengkap, para personel turun dari puncak menara satu per satu. Mereka mensimulasikan proses pembersihan sambil memastikan kondisi struktur menara tetap aman.

Ketua Nazhir Masjid Agung Bandung, Roedy Wiranatakusumah, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pengelola masjid dalam menjaga salah satu ikon Kota Bandung.

“Hari ini istimewa, karena Vertical Rescue Indonesia memberikan dukungan profesional untuk membersihkan ikon Kota Bandung ini. Kami sengaja memperlihatkan prosesnya kepada masyarakat sebagai simbol tekad menjaga marwah dan kelestarian Masjid Agung Bandung,” ujarnya.

Menurut Roedy, merawat menara kembar bukan pekerjaan sederhana. Selain membutuhkan tenaga profesional, prosesnya juga memerlukan biaya besar karena ketinggian menara dan kompleksitas teknisnya.

Baca Juga:Kejari Geledah Kantor KONI Majalengka Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah​Seluruh Korban Longsor Bantargebang Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Karena itu, pihak pengelola membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik melalui sponsorship maupun program Corporate Social Responsibility (CSR).

Bukan Sekadar Berani

Bagi masyarakat awam, berjalan di dinding menara hanya dengan seutas tali mungkin terlihat seperti aksi nekat.

0 Komentar