BANDUNG – Wajah mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat diprediksi akan mengalami perubahan peta konsentrasi kendaraan. Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat memproyeksikan adanya penurunan volume arus lalu lintas di Jalur Pantai Utara (Pantura) dibandingkan tahun sebelumnya (year on year), seiring dengan beralihnya minat pemudik ke wilayah selatan.
​Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengungkapkan bahwa fenomena ini dipicu oleh perubahan preferensi masyarakat yang kini lebih berani mengeksplorasi jalur alternatif. Menurutnya, psikologi pemudik cenderung dinamis dalam mencari rute yang dianggap lebih lancar berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
​”Ini masalah pola saja. Masyarakat yang tahun lalu lewat utara mungkin berpikir untuk mencoba jalur selatan karena informasi jalurnya lebih lengang. Preferensi inilah yang menyebabkan terjadinya pergeseran volume kendaraan,” ujar Dhani dalam keterangannya di Bandung, Senin (9/3/2026).
Baca Juga:Kejari Geledah Kantor KONI Majalengka Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah​Seluruh Korban Longsor Bantargebang Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup
​Efek Tol Japek II Selatan
Selain faktor psikologis, kehadiran infrastruktur baru menjadi katalisator utama beralihnya arus kendaraan. Rencana pengoperasian secara fungsional ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan dinilai akan memberikan opsi menggiurkan bagi pemudik asal Jabodetabek yang menuju Bandung dan sekitarnya.
​Keberadaan jalur ini memungkinkan masyarakat dari wilayah Bogor dan Bekasi memangkas jarak tempuh tanpa harus bersinggungan langsung dengan kepadatan di jalur utama Pantura.
​”Masyarakat mungkin sekalian ingin mencoba tol baru meskipun statusnya masih fungsional. Jadi, warga Bogor atau Bekasi kini punya akses langsung Japek 2 untuk menuju Bandung,” tambah Dhani.
​Ia juga menegaskan bahwa fenomena ini murni karena distribusi kendaraan yang lebih merata, bukan akibat adanya ketimpangan kualitas jalan. Dhani menjamin infrastruktur di jalur utara maupun selatan saat ini berada dalam kondisi prima dan siap melayani lonjakan pemudik.
​Lonjakan Pergerakan 25 Juta Jiwa​Berdasarkan data Dishub Jabar, potensi pergerakan masyarakat pada masa angkutan Lebaran tahun ini diprediksi tetap masif. Dari total populasi Jawa Barat yang mencapai 50,75 juta jiwa, sekitar 51 persen atau setara 25,6 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik.
​Tingginya angka pergerakan ini menuntut manajemen lalu lintas yang ekstra ketat, mengingat jalur selatan yang secara geografis memiliki karakteristik jalan berkelok kini akan menerima beban volume kendaraan yang lebih besar dari biasanya. (red/dbs)
