Strategi 'Sapujagat' Dishub Jabar Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran

Dishub Jabar siaga mudik 2026
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menegaskan bahwa seluruh aspek mulai dari personel, kelaikan armada, hingga mitigasi bencana telah dipetakan secara mendalam.
0 Komentar

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menabuh genderang kesiapsiagaan menghadapi gelombang mudik Lebaran 1447 Hijriah. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, sebuah strategi komprehensif diluncurkan guna menjamin kelancaran arus jutaan manusia yang diprediksi akan melintasi wilayah penyangga ibu kota ini.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menegaskan bahwa seluruh aspek mulai dari personel, kelaikan armada, hingga mitigasi bencana telah dipetakan secara mendalam. Pernyataan ini disampaikan usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Lintas Sektor Angkutan Lebaran 2026 di Graha Perhubungan, Cinunuk, Senin (9/3/2026).

“Kami mengerahkan sedikitnya 4.200 personel gabungan dari level provinsi hingga kabupaten/kota. Fokus utama adalah distribusi petugas di titik-titik krusial yang memiliki rapor merah kerawanan,” ujar Dhani. Operasi skala besar ini dijadwalkan berlangsung selama 15 hari, terhitung sejak 15 Maret hingga 29 Maret 2026.

Baca Juga:Diminati Masyarakat, MTsN 1 Cirebon Buka PMBM Lebih Awal Melalui Empat Jalur UnggulanJalan Rusak dan Sampah Menumpuk, Ini Kata Kuwu Gagasari

Ancaman Kemacetan: Kendaraan Pribadi Masih Mendominasi

Dishub Jabar menyoroti tren penggunaan kendaraan pribadi yang masih menjadi “momok” kemacetan. Berdasarkan analisis data historis periode 2019–2025, sebanyak 68 persen pergerakan mudik didominasi oleh kendaraan pribadi, terutama roda dua.

Dhani menjelaskan, tingginya volume kendaraan pribadi berisiko menciptakan sumbatan hebat di jalur arteri penghubung antar-daerah. Tak hanya jalur mudik, Dishub juga memberikan atensi khusus pada jalur wisata. Kawasan Bandung Raya dan Pangandaran diprediksi akan diserbu pelancong sesaat setelah hari kemenangan, yang berpotensi memicu kemacetan panjang di sirip-sirip jalan utama.

Pemetaan Tiga Lapis: Macet, Celaka, dan Bencana

Mengingat masa mudik 2026 bertepatan dengan puncak musim hujan, Dishub Jabar menerapkan pengawasan berlapis pada tiga kategori titik rawan:

1. Rawan Kemacetan: Jalur arteri dengan volume kendaraan melebihi kapasitas jalan (V/C ratio tinggi).

2. Rawan Kecelakaan (Black Spot): Lokasi dengan catatan kecelakaan tinggi yang akan diperketat penjagaannya.

3. Rawan Bencana: Area perbukitan dan bantaran sungai yang rentan longsor serta banjir akibat cuaca ekstrem.

Sikat ‘Tarif Getok’ dan Solusi Mudik Gratis

Aspek ekonomi pemudik juga tak luput dari pengawasan. Dishub Jabar berkomitmen memperketat pengawasan tarif angkutan umum di terminal-terminal utama. Dhani memperingatkan para operator bus agar tidak bermain-main dengan tarif batas atas.

0 Komentar