Sempat Minta Tolong ke Dedi Mulyadi, Korban 'Pengantin Pesanan' di China Akhirnya Tiba di Cirebon

Vina Pengantin pesanan
Vina, korban \'Pengantin Pesanan\' di China tiba di bandara Soetta. Jumat (6/3/2026)
0 Komentar

CIREBON – Vina, warga Kabupaten Cirebon yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bermodus ‘pengantin pesanan’ di China, akhirnya berhasil dipulangkan ke tanah air. Isak tangis haru keluarga pecah saat menyambut kedatangannya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (6/3/2026).

Pesawat yang membawa Vina mendarat sekitar pukul 13.55 WIB. Kepulangannya merupakan buah manis dari koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Cirebon, Pemprov Jawa Barat, dan pihak kepolisian setelah kasusnya viral di media sosial.

Proses Pemulihan di Rumah Aman​Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah stabilitas kondisi korban.

Baca Juga:Bojan Hodak Galau Hadapi Persik Kediri, Bukan karena Cedera Justru Karena IniPakar BRIN Ungkap Potensi Perbedaan Idul Fitri 2026, Ini Sebabnya

“Vina langsung dibawa ke rumah aman (safe house) untuk menjalani pemulihan psikologis dan pemeriksaan kesehatan oleh tim dari DP2AKB Provinsi Jawa Barat,” ujar Indra Fitriani, Jumat (6/3).

Langkah isolasi di rumah aman ini dianggap krusial guna memastikan mental dan fisik korban pulih sepenuhnya setelah mengalami dugaan eksploitasi selama berada di luar negeri.

Berawal dari Video Viral

Kasus ini mencuat ke publik setelah Vina mengunggah video pengakuan yang menyayat hati. Dalam rekaman tersebut, ia memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar bisa diselamatkan dari jeratan pernikahan paksa di China.

Informasi awal menyebutkan, Vina terjebak melalui modus konvensional namun mematikan: pelaku mendatangi keluarga korban secara langsung dan menawarkan janji manis pernikahan dengan pria asing. Alih-alih mendapatkan kehidupan layak, tawaran tersebut diduga kuat hanya pintu masuk praktik perdagangan manusia.

Polda Jabar Buru Pelaku

Sementara Vina menjalani rehabilitasi, aparat penegak hukum mulai bergerak cepat. Polda Jawa Barat kini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap sindikat di balik praktik ‘pengantin pesanan’ ini.

​Pemerintah daerah pun mengeluarkan peringatan keras kepada warga agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan atau pernikahan di luar negeri yang tidak memiliki legalitas jelas.

“Masyarakat harus lebih waspada. Jika menemukan indikasi praktik serupa, segera lapor kepada pihak berwenang,” tegas pihak DPPKBP3A. (red/dbs)

0 Komentar