Menagih Amanah Kemanusiaan di Seporsi MBG

amanah MBG
Foto ilustrasi anggaran bahan makanan untuk seporsi Makanan Bergizi Gratis.
0 Komentar

Ketegasan pun diletakkan di atas meja: bagi mitra yang hanya “berotak duit”, pintu keluar telah disiapkan. BGN tidak segan-segan memutus kerja sama jika aspek pelayanan dan standar operasional prosedur (SOP) dikorbankan demi margin keuntungan.

“Kita akan luruskan lagi ke khitahnya bahwa MBG bukan bisnis, tapi investasi sosial. Kalau ada yang otaknya cuma mikir duit, nanti kita hapus,” tegasnya.

Pesan untuk Para Garda Terdepan

Di akhir arahannya, Nanik menitipkan pesan kuat bagi para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai garda terdepan di lapangan. Mereka diminta tetap tegak berdiri di koridor aturan, memastikan setiap butir nasi dan lauk yang sampai ke tangan masyarakat adalah wujud dari martabat bangsa, bukan sekadar komoditas dagang.

Baca Juga:Vidi Aldiano Tutup Usia Setelah Enam Tahun Berjuang Melawan Kanker GinjalSemangat Ramadan Berbagi, Pemdes Sumberkidul Gelar Donor Darah & Bukber

Sebab, pada akhirnya, MBG adalah tentang membayar utang janji kepada warga di pelosok Cilincing dan jutaan anak Indonesia lainnya: bahwa di negeri yang gemah ripah ini, tak boleh ada lagi yang harus mengais sisa makanan demi bisa bertahan hidup. (red)

0 Komentar