JABARPUBLISHER.COM – Menyusul penurunan performa yang dialami Francesco Bagnaia bersama Ducati sepanjang musim 2025, nama Valentino Rossi disebut-sebut sebagai sosok kunci di balik upaya pemulihan kondisi mental muridnya tersebut. Pembalap bergelar sembilan kali juara dunia itu dikabarkan langsung mengambil peran aktif untuk memastikan arah karier Bagnaia tetap berada di jalur yang benar, di tengah tekanan dari internal tim dan sorotan tajam publik.
Bagnaia, yang sebelumnya begitu dominan dengan dua gelar juara dunia MotoGP pada 2022 dan 2023, harus menjalani musim yang berat tahun lalu. Ia cuma mampu mengemas dua kemenangan dan delapan podium, sekaligus mengakhiri musim di peringkat kelima klasemen akhir. Catatan tersebut menjadi yang paling buruk sejak dirinya bergabung dengan tim pabrikan Ducati.
Suasana garasi Ducati sempat disebut Bagnaia dipenuhi “kebisingan” lantaran berbagai tekanan untuk segera menemukan jalan keluar atas penurunan hasil tersebut. Kondisi itu memicu kekhawatiran, termasuk dari pihak manajemen tim.
Baca Juga:Ahmadinejad Muncul ke Publik, Patahkan Spekulasi Kematian Akibat Serangan Udara AS-IsraelBuka Puasa di Istana: Prabowo dan Tokoh Islam Bedah Posisi Indonesia di Tengah Konflik Global
Di sinilah Rossi mengambil langkah. Bukan sekadar memberi motivasi dari jauh, ia bahkan dilaporkan ingin bertemu langsung dengan crew chief Bagnaia, Cristian Gabarrini, untuk menggali lebih dalam soal situasi teknis dan psikologis yang tengah dihadapi anak didiknya.
“Vale selalu hadir dalam setiap langkah kami. Ia ingin tahu apa yang bisa ia bantu. Pengalamannya saat melewati masa-masa sulit sangat berarti buat saya,” ujar Bagnaia dalam sebuah wawancara.
Sebagai pendiri VR46 Riders Academy, Rossi memang membina hubungan mentor-murid yang kuat bersama Bagnaia. Keduanya kerap berdiskusi, terutama pada saat-saat kritis sepanjang musim lalu.
Salah satu poin penting dari diskusi mereka adalah soal mentalitas. Rossi mendorong Bagnaia untuk tetap menghargai setiap pencapaian, termasuk saat naik podium, meskipun hasil yang diraih belum sesuai target juara.
Bagnaia mengakui bahwa dirinya sempat terlalu fokus pada kemenangan semata. Padahal, saat motor tak dalam kondisi kompetitif penuh, finis kedua atau ketiga tetaplah hasil positif yang patut dirayakan.
“Setiap hasil perlu dipahami dan dirayakan jika memang pantas. Dalam situasi sulit, podium terasa sangat berarti,” ungkap Bagnaia.
