Harga Komoditas Pertanian Dunia Bergejolak, Lima Produk Ini Melonjak di Tengah Ketegangan Iran

Harga Komoditas Pertanian Dunia Bergejolak, Lima Produk Ini Melonjak di Tengah Ketegangan Iran
Harga Komoditas Pertanian Dunia Bergejolak, Lima Produk Ini Melonjak di Tengah Ketegangan Iran
0 Komentar

Kenaikan berikutnya terjadi pada pasar jus jeruk. Harga orange juice pada 4 Maret 2026 tercatat mencapai 194 sen per pon setelah melonjak 8,71 persen dalam sepekan terakhir. Bahkan dalam kurun satu bulan, harga komoditas ini sudah meningkat lebih dari 21 persen, meskipun secara tahunan masih berada di bawah posisi tahun sebelumnya setelah mengalami koreksi panjang.

Pasar beras sebagai salah satu komoditas pertanian utama dunia juga ikut bergerak naik. Harga kontrak beras kini berada di kisaran US$10,39 per cwt dengan kenaikan sekitar 4,47 persen selama sepekan terakhir. Pergerakan ini terjadi setelah harga beras sebelumnya mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir sehingga membuka ruang kenaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya biaya produksi global.

Komoditas tekstil alami seperti wol juga menunjukkan tren serupa. Harga wol tercatat berada di kisaran 1.767 dolar Australia per 100 kilogram dengan kenaikan mingguan sekitar 4,37 persen. Permintaan industri tekstil yang tetap kuat serta terbatasnya pasokan dari Australia ikut menopang tren kenaikan harga komoditas ini.

Baca Juga:Game On, Puasa Tetap Jalan: Seni Ngabuburit  di Era DigitalPembiayaan Pinjol Tembus Rp 98 Triliun, Rakyat Indonesia Tercekik Bunga dan Utang Beruntun

Dalam periode satu tahun terakhir, harga wol bahkan telah melonjak lebih dari 44 persen. Kenaikan ini turut dipengaruhi oleh naiknya harga minyak mentah akibat konflik Timur Tengah serta pelemahan nilai tukar ringgit yang meningkatkan daya saing ekspor.

Meski demikian, pasar masih mencermati data perdagangan terbaru dari Malaysia yang menunjukkan penurunan ekspor pada Februari. Nilainya turun lebih dari 20 persen dibandingkan Januari, sehingga pelaku pasar masih menunggu arah pergerakan selanjutnya.

Pergerakan harga lima komoditas pertanian tersebut menunjukkan bagaimana ketegangan geopolitik dapat dengan cepat merambat dari pasar energi menuju sektor pangan. Rantai distribusi pupuk, energi, dan logistik global saling terhubung dalam satu ekosistem besar. Ketika biaya input pertanian meningkat pada awal musim tanam dunia, volatilitas harga komoditas pertanian biasanya akan mengikuti dalam beberapa pekan setelahnya. (red)

0 Komentar