Harga Komoditas Pertanian Dunia Bergejolak, Lima Produk Ini Melonjak di Tengah Ketegangan Iran

Harga Komoditas Pertanian Dunia Bergejolak, Lima Produk Ini Melonjak di Tengah Ketegangan Iran
Harga Komoditas Pertanian Dunia Bergejolak, Lima Produk Ini Melonjak di Tengah Ketegangan Iran
0 Komentar

JAKARTA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai memberi dampak serius terhadap pasar komoditas pertanian global. Konflik yang melibatkan Iran memicu kekhawatiran baru terhadap rantai pasok pangan dunia. Dampaknya terasa cepat pada sektor input pertanian, terutama pupuk yang menjadi komponen penting dalam produksi berbagai komoditas pertanian.

Salah satu titik paling krusial berada di jalur pelayaran Selat Hormuz. Kawasan ini merupakan jalur utama perdagangan energi sekaligus distribusi nutrisi tanaman yang dibutuhkan oleh sektor pertanian global. Ketika jalur ini terganggu akibat konflik militer di kawasan Teluk, distribusi pupuk pun ikut terhambat. Situasi tersebut langsung mendorong kenaikan biaya produksi bagi petani di berbagai negara menjelang musim tanam di belahan bumi utara.

Laporan Farmdoc yang mengutip analis StoneX mencatat bahwa harga pupuk nitrogen mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Urea yang diperdagangkan di pelabuhan New Orleans kini berada di kisaran US$520 hingga US$550 per ton. Angka tersebut naik cukup tajam dibandingkan harga rata-rata pekan sebelumnya yang masih berada di sekitar US$475 per ton.

Baca Juga:Game On, Puasa Tetap Jalan: Seni Ngabuburit  di Era DigitalPembiayaan Pinjol Tembus Rp 98 Triliun, Rakyat Indonesia Tercekik Bunga dan Utang Beruntun

Kenaikan sekitar US$70 per ton ini terjadi setelah konflik militer di kawasan Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap distribusi pupuk dari negara-negara produsen di kawasan tersebut. Sekitar seperempat perdagangan nitrogen dunia diketahui melewati Selat Hormuz. Ketika jalur logistik itu terganggu, pasar langsung merespons dengan penyesuaian harga yang cepat.

Lonjakan harga pupuk hampir selalu berdampak pada pergerakan harga komoditas pertanian. Ketika biaya produksi meningkat, para produsen harus menghadapi ongkos tanam yang lebih mahal. Di sisi lain, para pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan turunnya pasokan hasil pertanian dalam beberapa bulan ke depan.

Pergerakan pasar dalam sepekan terakhir menunjukkan bahwa dampak tersebut mulai terlihat. Data dari Trading Economics mencatat setidaknya lima komoditas pertanian mengalami kenaikan harga mingguan yang cukup signifikan di pasar global.

Komoditas pertanian yang mencatat kenaikan tertinggi adalah susu. Harga milk pada 5 Maret 2026 tercatat berada di level US$16,56 per hundredweight dengan kenaikan mingguan mencapai 10,92 persen. Dalam periode satu bulan, harga komoditas ini juga naik sekitar 7,67 persen, meskipun masih berada sekitar 9,46 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

0 Komentar