Game On, Puasa Tetap Jalan: Seni Ngabuburit  di Era Digital

Game on di bulan puasa
Meskipun tidak membatalkan, sebaiknya bijak mengatur waktu dan jenis permainan dalam bermain game saat melaksanakan ibadah puasa.
0 Komentar

BAGI sebagian besar generasi muda, gaming bukan sekadar hobi, melainkan “pintu ajaib” untuk melarikan diri sejenak dari penatnya realita. Bayangkan saja, dengan sekali klik tombol log-in ke dunia virtual, dimensi waktu seolah terdistorsi. Sedang asyik beradu strategi di Land of Dawn atau bertarung di medan Battle Royale, tiba-tiba saja langit sudah memerah dan azan Maghrib berkumandang. Waktu yang seharusnya terasa berat karena perut keroncongan, mendadak melesat sepuluh kali lebih cepat berkat distraksi piksel di layar ponsel.

​Namun, di tengah keseruan push rank yang memacu adrenalin atau misi yang akhirnya tuntas, seringkali muncul secuil keraguan di sudut hati: “Eh, nunggu buka sambil mabar begini sebenarnya boleh nggak sih secara syariat? Jangan-jangan puasanya cuma dapet lapar dan haus doang?” Pertanyaan ini sangat valid, mengingat puasa bukan sekadar ritual fisik, melainkan perjalanan spiritual yang penuh makna.

​Tinjauan Fiqih: Sah atau Tidak?

Mari kita bedah secara jernih dari sisi hukum fiqih. Kabar baiknya, bermain game saat berpuasa pada dasarnya tidak membatalkan puasa. Secara teknis, batalnya ibadah puasa sangat spesifik, yakni berkaitan dengan masuknya benda ke dalam lubang tubuh (makan dan minum), hubungan suami istri, atau tindakan ekstrem seperti murtad melalui keyakinan maupun ucapan. Selama jari-jari Anda hanya sibuk menekan tombol di layar dan tidak ada makanan yang masuk ke tenggorokan, secara hukum formal, puasa Anda tetap sah di mata agama.

Baca Juga:Pembiayaan Pinjol Tembus Rp 98 Triliun, Rakyat Indonesia Tercekik Bunga dan Utang BeruntunDPRD Kab Cirebon Perkuat Perlindungan Pekerja Migran: Dari Berangkat hingga Pulang

​Hukum asal bermain game adalah mubah atau diperbolehkan. Ia menjadi sarana yang wajar untuk sekadar mengusir kejenuhan atau melepas penat sejenak. Namun, ada catatan kaki penting yang harus diperhatikan: status “boleh” ini berlaku selama game tersebut bersih dari unsur haram (seperti judi atau konten pornografi), tidak membuat Anda melupakan kewajiban shalat, dan dilakukan dalam batas kewajaran.

​Menjaga Esensi di Balik “Ngabuburit” Virtual

Meskipun secara hukum sah, kita perlu menengok kembali esensi dari bulan Ramadhan itu sendiri. Ramadhan adalah kawah candradimuka untuk melatih manajemen waktu dan pengendalian hawa nafsu.

0 Komentar