Usulan Penangguhan dan Syarat Kemerdekaan Palestina
Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat ICMI, Jimly Asshiddiqie, menawarkan jalan tengah berupa penangguhan kewajiban keanggotaan. Jimly menyoroti persepsi publik yang kini menjuluki BoP sebagai “Board of War” akibat agresi militer AS dan Israel.
“Jadi saya rasa ada baiknya juga sesudah terjadi perang ini, kan banyak orang mengaitkan bahwa ini bukan Board of Peace tapi Board of War. Jadi karena perubahan dan perkembangan baru ini, saya rasa dua hal yang membuat Donald Trump senang sekali sama Indonesia itu kan bisa kita kurangi separuh,” tutur Jimly.
Jimly mengusulkan agar Indonesia aktif kembali di BoP hanya jika dua syarat terpenuhi: redanya konflik Iran-AS-Israel dan adanya jadwal pasti pengakuan kemerdekaan Palestina. “Bukan mundur, tetap saja, kita tetap saja di situ. Ya kan? Lagi pula Donald Trump kan sudah senang sama kita ya alhamdulillah kan. Cuma dari dua poin itu ya kita kurangi separuh gitu lho, ialah menunda itu,” jelasnya.
Baca Juga:Darurat Mental Anak: 9 Menteri Bersatu Teken SKB Lintas SektoralKPK Jerat Bupati Pekalongan dengan Pasal 'Langka' dalam Sejarah OTT
Misi Menjembatani Dunia Islam
Di akhir pertemuan, Jimly menekankan pentingnya peran kepemimpinan Indonesia sebagai negara Muslim terbesar non-Arab untuk mencegah upaya adu domba di internal dunia Islam, khususnya antara faksi Suni dan Syiah.
“Indonesia sebagai negeri muslim terbesar sekarang non-Arab, kita sudah saatnya berperan untuk bagaimana menjembatani potensi konflik adu domba dari Israel kepada dunia Islam. Bangsa Arab dengan bangsa non-Arab, Turki, Persia atau Iran, Indonesia, dan Pakistan mudah-mudahan bisa merujukkan dunia Islam. Gitu lho, jangan nanti diadu domba, oh ini gara-gara Syiah, orang Suni harus begitu lho,” tandas Jimly. (rif/dbs)
