Dukung Ekskul E-Sport di Sekolah, Wapres RI dan Wagub Jabar Sambangi SMP Santa Yusuf Bandung

Wagub Jabar dan wapres
Wagub Jabar Erwan Setiawan mendampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka di SMP Santa Yusuf Bandung.
0 Komentar

KOTA BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mendampingi Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka melihat pelaksanaan ekstra kurikuler e-sport di SMP Santa Yusuf, Kota Bandung, Rabu (4/3/2026).

Wapres Gibran mendukung siswa untuk terus mengembangkan e-sport, bahkan mengajak mengikuti ajang perlombaan nasional.

“Terus kembangkan, bukan hanya di ekskul tetapi juga berani ikut lombanya,” katanya.

Baca Juga:Indonesia Masuk Daftar “Negara Paling Aman Jika Perang Dunia III Pecah”, Ini PenjelasannyaBelum Dijual di RI, Honda ZR-V Diproduksi Sejak 2023 dan Dibanderol hingga Rp800 Jutaan

Selain melihat antusiasme siswa memainkan e-sport Mobile Legend di ruangan aula sekolah, Gibran juga menyempatkan diri melihat hasil karya siswa terkait pemanfaatan Internet of Things (IOT), seperti maket perencanaan palang pintu otomatis hingga lampu penerangan otomatis.

Bersama Erwan Setiawan, Gibran kemudian melanjutkan peninjauan ke SMP Plus Muthahari dan Ponpes Baitul Arqom di Kabupaten Bandung.

Kepala Sekolah SMP Santo Yusuf Markus Edy Sulisman mengatakan, ekskul e-sport sudah dimulai sejak dua tahun lalu dan telah menghasilkan berbagai piala dari perlombaan yang diikuti siswa, baik di tingkat lokal, nasional dan internasional.

Hadiah yang cukup besar menarik minat banyak siswa untuk mengikuti perlombaan, seperti e-sport Mobile Legend.

“Banyak anak yang suka main _game_, maka hobi tersebut kita wadahi karena ini bagian dari talenta anak,” jelasnya.

Ekskul berbasis IOT dan artificial intelligence (AI) juga banyak diminati siswa SMP Santo Yusuf. Beberapa karya siswa bahkan sudah viral, seperti alat jemuran baju otomatis yang dilengkapi sensor sehingga dapat menutup sendiri saat turun hujan.

Humas SMP Santo Yusuf Didit Triono menambahkan, ekskul tersebut menjadi pelajaran wajib dalam mata pelajaran teknik informatika. Bahkan menjadi salah satu syarat kelulusan.

Baca Juga:Menu MBG Boleh Diposting, Kepala BGN Tegaskan Tak Ada Larangan Unggah di MedsosHarga Emas Hari Ini Turun Serentak, Cek Rincian Lengkap UBS dan Galeri 24 di Pegadaian 4 Maret 2026

“Kami memberikan bimbingan kepada siswa sejak penentuan ide hingga hasil akhir. Tujuannya membuat IOT mampu mempermudah kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Satria, Siswa Kelas 9 SMP Santa Yusuf menyatakan prihatinan atas seringnya kecelakaan kereta api yang menabrak kendaraan karena jalur KA tidak ditutup palang pintu otomatis. Oleh karena itu, ia pun membuat maket perencanaan palang pintu KA otomatis yang menggunakan teknologi sensorik.

“Kan banyak jalur KA yang tidak dijaga, terutama di jalan kecil. Semoga ini bisa menginspirasi, ” tuturnya. (rls/hms)

0 Komentar