​”Bapak sih karena memang sudah usia, semuanya kan menurun, umur segitu, enggak ada yang spesial sakit khusus ya karena memang sudah usia ya, menurun dari kemampuan napasnya, atau semacamnya,” ungkap Taufik saat ditemui di RSPAD.
​Meski tim dokter kepresidenan dan RSPAD telah memberikan upaya medis terbaik, kondisi fisik tokoh bangsa ini terus fluktuatif hingga akhirnya dinyatakan wafat. Kepergian Try Sutrisno meninggalkan celah besar dalam sejarah kepemimpinan Indonesia, namun jasa dan darmabaktinya kini telah abadi di Bumi Pertiwi. (red)
