BANDUNG – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Antapani Tengah, Kota Bandung, Sabtu (28/2/2026). Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (Gaslah) sebagai solusi penanganan sampah dari hulu pasca pelarangan penggunaan insinerator sejak Januari 2026.
Menteri Hanif mengapresiasi keberhasilan program Gaslah yang melibatkan 1.596 petugas kewilayahan. Menurutnya, program ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RW efektif menyelesaikan persoalan sampah tanpa teknologi yang tidak ramah lingkungan.
“Faktanya, banyak RW mampu menuntaskan masalah sampahnya. Ini membuktikan Bandung bisa menyelesaikan persoalan tanpa bergantung pada teknologi pengolahan yang tidak ramah lingkungan,” ujar Hanif saat didampingi Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Baca Juga:KPK Buka Peluang Periksa Menkeu Purbaya dan Sri Mulyani Terkait Skandal Pajak-Bea CukaiUpaya Pelarian Gagal, Bandar Sabu 'Ko Erwin' Ditembak Saat Berusaha Kabur ke Malaysia
Hanif menegaskan bahwa penyelesaian di hulu sangat krusial mengingat kondisi TPA Sarimukti yang sudah mengalami kelebihan kapasitas (overload). Ia menginstruksikan pengelola kawasan komersial seperti pasar, mal, terminal, hingga stasiun untuk wajib mengelola sampahnya secara mandiri dan tidak membebankan beban ke hilir.
Lebih lanjut, Hanif menyampaikan amanat Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian masalah sampah di Bandung Raya dan Jakarta. Melalui penguatan program Gaslah, ia menargetkan posisi Bandung naik dari kategori “Kota Dalam Pembinaan” menjadi peraih predikat Adipura pada 2027 mendatang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik dukungan pusat tersebut. Ia menyatakan bahwa kunjungan Menteri merupakan bentuk tindak lanjut dari Rakornas Sampah untuk memastikan koordinasi penanganan sampah di lapangan berjalan optimal.(red/JP)
