JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan komitmennya untuk membongkar tuntas praktik korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) hingga ke tingkat pimpinan tertinggi. Lembaga antirasuah tersebut kini mulai membidik potensi keterlibatan pemegang kebijakan di Kementerian Keuangan.
Nama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa hingga mantan Menkeu Sri Mulyani Indrawati dilaporkan masuk dalam radar pemanggilan penyidik. KPK menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap para pejabat tinggi tersebut akan sangat bergantung pada kebutuhan penyidikan, khususnya untuk mengungkap rantai perintah dan aliran dana.
”Ya tentunya ini kan piramida ya. Kita sedang menyusuri itu, ke mana uang itu mengalir dan dari siapa perintah itu berasal gitu. Jadi ada aliran dananya, ada alur perintahnya,” ujar Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga:Upaya Pelarian Gagal, Bandar Sabu 'Ko Erwin' Ditembak Saat Berusaha Kabur ke MalaysiaWow! Harga Emas Antam Naik Rp40.000 Hari Ini, Tembus Rp3.085.000 per Gram
Kejar Aktor Intelektual
Asep memberi sinyal kuat bahwa KPK tidak akan tebang pilih dalam menetapkan tersangka. Sepanjang alat bukti mencukupi, KPK memastikan akan mengejar aktor intelektual yang mengorganisasi praktik lancung tersebut.
”Karena tentunya orang yang memiliki niat ya, yang pertama kali, artinya dia memerintahkan kemudian juga mengorganisasi ini, ya tentunya harus kita minta pertanggungjawaban. Jadi mohon ditunggu, untuk perkara ini (kasus pajak dan bea cukai) tetap masih berproses,” tandas Asep.
Pengembangan dari Tersangka Baru
Langkah pengembangan ini menyusul penetapan tersangka baru dari internal DJBC, yakni Budiman Bayu Prasojo (BBP) yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan. Penangkapan BBP diproyeksikan menjadi pintu masuk utama untuk menggali informasi terkait keterlibatan oknum di level manajerial yang lebih tinggi.
”Artinya saat ini kita melakukan upaya paksa terhadap Saudara BBP ya, Saudara BBP itu adalah bentuk bahwa kami memang melakukan, terus melakukan pengembangan terhadap perkara ini gitu, terus menggali informasi dan apabila nanti ditemukan kecukupan bukti terhadap oknum lain, para pelaku lain, ya kita akan segera melakukan tindakan upaya paksa,” pungkas Asep.
