Jalan Penghubung Ciawigebang-Cihaur Terputus Akibat Sinkhole Sedalam 4 Meter

Sinkhole kuningan
Foto penampakan sinkhole di ruas jalan Ciawi - Cihaur, Kuningan.
0 Komentar

KUNINGAN – Akses transportasi di wilayah Kabupaten Kuningan terganggu menyusul munculnya lubang amblas raksasa atau sinkhole di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Ciawigebang. Fenomena alam ini menyebabkan jalan raya kabupaten penghubung Ciawigebang-Cihaur terputus total dan tidak dapat dilalui kendaraan.

​Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, mengungkapkan bahwa insiden tersebut pertama kali dilaporkan pada Kamis (26/2) sore sekitar pukul 16.27 WIB.

​Dimensi Lubang yang Mengancam​Berdasarkan hasil kajian cepat tim BPBD di lokasi pada Jumat (27/2/2026), sinkhole tersebut memiliki dimensi yang cukup masif dengan diameter sekitar 6 meter dan kedalaman mencapai 4 meter.

Baca Juga:Harga Bitcoin Anjlok ke US$65.000, Pasar Kripto Terseret Tekanan Global dan Inflasi ASMenteri LH Tinjau Program Gaslah Bandung, Targetkan Adipura 2027

​Dampak dari lubang amblas ini turut menyeret badan jalan di sekitarnya. “Kondisi jalan ikut amblas dengan panjang 3 meter dan lebar 4 meter. Saat ini akses jalan kami tutup total demi keselamatan pengguna jalan,” ujar Indra.

​Pemicu dan Jalur Alternatif

BPBD mengidentifikasi bahwa pemicu utama munculnya sinkhole adalah intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Curah hujan yang tinggi menyebabkan struktur tanah menjadi labil akibat tergerus aliran air bawah tanah.

​Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, pihak berwenang telah memasang rambu peringatan dan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif.

​Rute Alternatif: Pengendara dari arah Ciawigebang menuju Cihaur (maupun sebaliknya) diarahkan melintasi Dusun Babakan, Desa Ciawilor, Kecamatan Ciawigebang.

Indra menegaskan bahwa penutupan jalan ini bersifat sementara hingga situasi dinilai aman.

“Jalan sama sekali tidak bisa dilewati, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat,” pungkasnya. (tim JP)

0 Komentar