Harga Bitcoin Anjlok ke US$65.000, Pasar Kripto Terseret Tekanan Global dan Inflasi AS

Harga Bitcoin Anjlok ke US$65.000, Pasar Kripto Terseret Tekanan Global dan Inflasi AS
Harga Bitcoin Anjlok ke US$65.000, Pasar Kripto Terseret Tekanan Global dan Inflasi AS
0 Komentar

Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun di bawah 4% untuk pertama kalinya sejak November 2024. Sementara itu, harga emas naik 1% ke atas US$5.230 per ons dan perak melonjak 4%. Minyak mentah juga menguat 2,3% ke atas US$67 per barel, mencerminkan pergeseran minat investor ke instrumen lindung nilai.

Direktur perusahaan perdagangan Wincent, Paul Howard, menilai ruang kenaikan Bitcoin dalam jangka pendek masih terbatas. Pelaku pasar dinilai mengambil sikap defensif di tengah kondisi risk-off.

“Pendekatan hati-hati masih diperlukan, terutama mengingat Maret secara historis merupakan bulan yang cenderung lebih lemah bagi kripto utama,” ujar Howard.

Baca Juga:Menteri LH Tinjau Program Gaslah Bandung, Targetkan Adipura 2027KPK Buka Peluang Periksa Menkeu Purbaya dan Sri Mulyani Terkait Skandal Pajak-Bea Cukai

Ia menambahkan, setelah kedaluwarsa opsi Februari, pasar memposisikan Bitcoin tetap bergerak di bawah area US$72.000–US$74.000 dengan level penopang di kisaran US$54.000 hingga Maret. Dengan tekanan global yang masih kuat, pergerakan harga Bitcoin diperkirakan akan tetap fluktuatif dalam waktu dekat. (red)

0 Komentar