Harga Bitcoin Anjlok ke US$65.000, Pasar Kripto Terseret Tekanan Global dan Inflasi AS

Harga Bitcoin Anjlok ke US$65.000, Pasar Kripto Terseret Tekanan Global dan Inflasi AS
Harga Bitcoin Anjlok ke US$65.000, Pasar Kripto Terseret Tekanan Global dan Inflasi AS
0 Komentar

JABARPUBLISHER.COM – Harga Bitcoin kembali tertekan pada perdagangan Sabtu (28/2/2026) pagi. Pelemahan Bitcoin terjadi di tengah ambruknya pasar kripto global yang dipicu sentimen makroekonomi, lonjakan inflasi produsen Amerika Serikat, serta meningkatnya ketegangan geopolitik.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 05.40 WIB, kapitalisasi pasar kripto dunia turun 2,79% menjadi US$2,26 triliun. Harga Bitcoin (BTC) hari ini merosot 3,33% ke level US$65.229 per koin atau sekitar Rp1,09 miliar dengan asumsi kurs Rp16.802 per dolar AS.

Penurunan harga Bitcoin turut menyeret aset kripto utama lainnya. Ethereum terkoreksi 6,41% ke US$1.903. Binance (BNB) melemah 2,55% ke US$608. XRP turun 3,91% ke US$1,34. Dogecoin (DOGE) terpangkas 4,37% ke US$0,09, sementara Solana (SOL) merosot 5,84% ke US$81. Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan 20 kripto terbesar juga susut 3,52%.

Baca Juga:Menteri LH Tinjau Program Gaslah Bandung, Targetkan Adipura 2027KPK Buka Peluang Periksa Menkeu Purbaya dan Sri Mulyani Terkait Skandal Pajak-Bea Cukai

Mengutip CoinDesk, reli pemulihan Bitcoin terhenti bersamaan dengan pelemahan saham Amerika Serikat dan penguatan harga emas. Investor cenderung menghindari aset berisiko ketika risiko global meningkat.

Bitcoin sempat berada di kisaran US$68.000 pada pertengahan pekan, namun tekanan jual membuat harganya kembali turun di bawah US$66.000 pada sesi awal perdagangan AS, Jumat. Dalam hitungan jam, Bitcoin terkoreksi sekitar 3% hingga menyentuh kisaran US$65.600.

Sentimen negatif dipicu oleh data Producer Price Index (PPI) AS yang lebih tinggi dari perkiraan. Core PPI Januari tercatat naik 3,6% secara tahunan, melampaui proyeksi 3,0% dan lebih tinggi dari capaian sebelumnya 3,3%. Kondisi ini memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve kemungkinan besar belum akan memangkas suku bunga pada rapat 18 Maret mendatang.

Di saat yang sama, kekhawatiran terhadap tekanan pasar kredit ikut meningkat. Credit spread melebar ke level tertinggi dalam empat bulan. Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran juga memperburuk sentimen, mendorong pelaku pasar beralih ke aset aman seperti emas.

Tekanan terhadap Bitcoin juga tercermin pada saham-saham terkait kripto. Strategy (MSTR), yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar, turun 3%. Coinbase (COIN) melemah lebih dari 2%, sementara Circle (CRCL) terkoreksi hampir 5% setelah sebelumnya sempat reli tajam.

Saham perusahaan penambang kripto ikut tertekan. IREN, Cipher Mining (CIFR), Core Scientific (CORZ), dan TeraWulf (WULF) turun antara 6% hingga 8%. Pelemahan ini terjadi seiring penurunan indeks Nasdaq sebesar 0,8% dan S&P 500 sebesar 0,6%.

0 Komentar