CIREBON – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Cirebon Raya menggeruduk Kantor Bale Kota Cirebon pada Jumat (27/02/2026) sore. Massa menuntut evaluasi total terhadap kinerja pasangan Walikota dan Wakil Walikota Cirebon, Effendi Edo dan Siti Farida Rosmawati, yang dinilai gagal menyelesaikan berbagai persoalan krusial di Kota Udang.
​Aksi yang berlangsung hingga pukul 16.30 WIB tersebut sempat diwarnai kekecewaan lantaran ketidakhadiran pimpinan daerah untuk menemui massa secara langsung.
​Rapor Merah Kebijakan Publik
​Koordinator Lapangan Aksi, Sandi, menyatakan bahwa mahasiswa memberikan “rapor merah” terhadap sejumlah kebijakan pemerintah daerah. Menurutnya, banyak regulasi yang justru menimbulkan keresahan dan berdampak negatif pada masyarakat.
Baca Juga:Jalan Penghubung Ciawigebang-Cihaur Terputus Akibat Sinkhole Sedalam 4 MeterHarga Bitcoin Anjlok ke US$65.000, Pasar Kripto Terseret Tekanan Global dan Inflasi AS
​”Kami menuntut evaluasi kinerja Walikota dan Wakil Walikota. Banyak persoalan publik yang semakin menumpuk dan belum ditangani secara serius,” ujar Sandi usai aksi.
​Sejumlah poin krusial yang menjadi sorotan utama mahasiswa meliputi:
​- Pendidikan & Kesejahteraan: Nasib guru honorer yang belum jelas.
​- Lingkungan Hidup: Tata kelola sampah di TPA Kopi Luhur yang tak kunjung tuntas dan minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH).
– ​Infrastruktur: Masalah drainase dan banjir tahunan yang masih menghantui warga.
– ​Tata Ruang: Ketimpangan wilayah dan adanya kawasan pendidikan yang berdekatan dengan tempat hiburan malam.
Kecewa Hanya Ditemui Sekda
​Kekecewaan massa memuncak saat mengetahui Walikota dan Wakil Walikota tidak berada di tempat dengan alasan tugas pusat, padahal sebelumnya telah dijanjikan sebuah pertemuan. Massa aksi akhirnya hanya diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon.
​”Kami sangat kecewa. Alasannya ada tugas pusat, padahal sebelumnya sudah dijanjikan bertemu langsung,” tegas Sandi.
​Deadline 4 Maret
​Berdasarkan hasil audiensi dengan Sekda, Aliansi BEM dijanjikan akan dipertemukan langsung dengan Walikota pada 4 Maret 2026 mendatang. Sandi menegaskan, pihaknya tidak akan ragu untuk kembali turun ke jalan jika janji tersebut kembali diingkari.
​”Jika pertemuan mendatang kembali diabaikan, kami pastikan akan kembali turun ke jalan dengan massa yang jauh lebih besar,” pungkasnya.
Baca Juga:Menteri LH Tinjau Program Gaslah Bandung, Targetkan Adipura 2027KPK Buka Peluang Periksa Menkeu Purbaya dan Sri Mulyani Terkait Skandal Pajak-Bea Cukai
​Sebagai informasi, aksi ini diikuti oleh perwakilan BEM dari 10 perguruan tinggi ternama di Cirebon Raya, di antaranya UGJ, UMC, UIN, UNTAG, UNU, ILBBC, ALBIRUNI, STIKOM, UCIC, dan IKMI Cirebon. (rif)
