Sembilan Hari Ramadhan: Harga Pangan di Jawa Barat Masih "Adem"

Harga kebutuhan pokok
Foto ilustrasi beberapa kebutuhan pokok di pasar
0 Komentar

BANDUNG – Memasuki hari kesembilan Ramadhan, Jumat (27/2/2026), geliat harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di sejumlah pasar tradisional Jawa Barat terpantau relatif stabil. Meski permintaan cenderung meningkat, fluktuasi harga komoditas utama seperti beras, daging, dan ayam belum menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan.

​Berdasarkan data terbaru dari Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional dan Koperasi (APPETRA) Jawa Barat, sektor pangan utama masih berada dalam rentang harga yang terjaga, memberikan sedikit ruang napas bagi dompet warga di akhir Februari ini.

​Beras dan Daging: Stabil di Level Medium

Untuk urusan “perut”, beras medium saat ini dipatok di angka Rp14.000 per kilogram, sementara bagi konsumen yang memilih kualitas premium, harga tertahan di angka Rp16.000 per kilogram. Bagi kebutuhan khusus, beras ketan hitam dibanderol Rp28.000 per kilogram dan ketan putih di angka Rp15.000 per kilogram.

Baca Juga:Persib Pesta Gol 5-0! Igor Tolic Beberkan Peran Krusial Pemain Pengganti saat Hancurkan Madura UnitedInfrastruktur Terancam Mangkrak, Jabar Resmi Ajukan Utang Rp2 Triliun

​Beralih ke los daging, harga daging sapi masih bervariasi tergantung kualitas dan lokasi pasar, yakni di kisaran Rp125.000 hingga Rp145.000 per kilogram. Sementara itu, bagi pecinta jeroan, harga usus, babat, dan ati kompak berada di angka Rp70.000 per kilogram, disusul paru dan limpa yang mencapai Rp90.000 per kilogram.

​Tren Harga Unggas dan Domba

Komoditas daging domba terpantau memiliki nilai jual yang lebih tinggi, bertengger di kisaran Rp140.000 hingga Rp160.000 per kilogram.

​Sementara itu, protein hewani yang paling banyak diburu warga, yakni daging ayam ras, masih dijual pada rentang Rp42.000 hingga Rp44.000 per kilogram. Untuk pilihan lain, ayam kampung dipasarkan seharga Rp80.000 per kilogram, sedangkan ayam pejantan dibanderol sekitar Rp60.000 per ekor.

​Stabilitas harga ini diharapkan terus bertahan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri, guna menjaga daya beli masyarakat di tengah momentum ibadah bulan suci. (rif/dbs)

0 Komentar