Dadan juga menegaskan tidak boleh ada kompromi terhadap kualitas bahan pangan dalam program MBG Ramadan. Jika ditemukan bahan baku yang kurang layak, distribusi dapat ditunda dan diganti pada hari berikutnya demi menjaga keselamatan penerima manfaat.
“Kami tidak ingin ada kompromi dalam hal kualitas. Prinsipnya sederhana: makanan harus aman, bergizi, dan sesuai pagu. Jika ada bahan yang tidak layak, lebih baik diganti daripada dipaksakan. Ini bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat,” tambah Dadan.
Dengan evaluasi menyeluruh ini, MBG Ramadan diharapkan tetap menjadi program pemenuhan gizi yang aman, transparan, dan tepat sasaran selama bulan suci, sekaligus menjawab berbagai kritik yang berkembang di ruang publik. (red)
