Rotasi Besar Birokrasi Kabupaten Cirebon: RSUD Waled Ikut Berbenah

Rotasi mutasi pejabat
Ilustrasi rotasi/mutasi pejabat.
0 Komentar

Sementara itu, jabatan Kepala Disperindag diprediksi akan dipercayakan kepada Suhartono. Untuk sektor pariwisata dan kebudayaan, nama Fajar mencuat sebagai kandidat kuat memimpin Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Di lingkup legislatif daerah, posisi Sekretaris DPRD juga disebut akan diisi Mira Indra Yulia, yang sebelumnya menjabat Sekretaris Bapenda sekaligus pelaksana tugas Sekwan.

Meski banyak posisi berubah, beberapa pejabat diperkirakan tetap bertahan, termasuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bambang Sudaryanto, serta Dangi yang saat ini memimpin Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.

Baca Juga:THR ASN 2026 Segera Cair! Menkeu Isyaratkan Pengumuman Resmi Tunggu Kepulangan Prabowo dari ASJadwal Proliga 2026 Seri Sentul Makin Panas, Megawati Hangestri di Ujung Penentuan Gelar Putaran Kedua

Perombakan Internal RSUD Waled

Perubahan tidak hanya terjadi di level dinas. Informasi dari sumber internal menyebutkan manajemen RSUD Waled juga mengalami perombakan.

Struktur kepemimpinan baru disebut akan diisi oleh:

dr. Deni Wirhana Surjono, Sp.OG(K)-KFM – Direktur

dr. Asep Firmansjah, MH – Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan

dr. M. Sudiyono – Kabid Pelayanan Medis dan Pengendalian Mutu

H. Supriyatno, S.Kep – Kabid Pelayanan Keperawatan dan Pengendalian Mutu

Formasi ini diharapkan membawa semangat baru bagi pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah timur Cirebon yang selama ini sangat bergantung pada rumah sakit tersebut.

Publik Menunggu Hasil Nyata

Rotasi besar dalam birokrasi selalu menghadirkan dua sisi. Di satu sisi, ia menjadi peluang menghadirkan energi baru. Namun di sisi lain, publik menuntut bukti nyata bahwa perubahan struktur benar-benar berdampak pada kualitas pelayanan.

Bagi masyarakat Kabupaten Cirebon, yang paling penting bukan sekadar siapa yang menduduki jabatan. Yang lebih dinanti adalah perubahan nyata: pelayanan lebih cepat, kebijakan lebih tepat, dan pembangunan yang terasa langsung.

Kini, setelah peta birokrasi mulai digeser, perhatian publik tertuju pada satu hal sederhana namun penting—apakah perubahan ini benar-benar membawa kemajuan. (jay/red)

0 Komentar