Gubernur Jabar Jemput Korban TPPO di Maumere, Bandung Siapkan Pendampingan

KDM, Kang Dedi Mulyadi, Gubernur jabar
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama rombongan bertemu sister Ika di Maumere untuk menjemput 13 korban TPPO
0 Komentar

BANDUNG – Sebuah misi penyelamatan besar-besaran yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuahkan hasil. Sebanyak 13 warga Jawa Barat yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya berhasil dievakuasi dan dipulangkan pada Senin (23/2/2026).

​Para korban yang mayoritas perempuan asal Kota Bandung (5 orang), Cianjur, dan Indramayu ini sebelumnya terjebak dalam praktik eksploitasi di sebuah tempat hiburan malam (Pub). Informasi memilukan menyebutkan para korban bahkan diancam denda hingga Rp2,5 juta jika menolak melayani tamu.

​Penjemputan Langsung ke Jantung Maumere

​Gubernur Dedi Mulyadi tidak berangkat sendiri. Ia didampingi oleh delegasi kuat, termasuk Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein), Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, serta Kepala DP3AKB Jabar Siska Gerfianti, Minggu (22/2/2026).

Baca Juga:Begini Cara Bijak Mengatur Keuangan Agar Tidak “Boncos” Setelah LebaranProliga Putri 2026 Makin Panas! Livin Mandiri Menang, Komposisi Top Four Berubah Drastis

​Setibanya di Maumere, rombongan langsung mendatangi kantor TRUK-F di Biara Susteran SSpS, tempat para korban mendapatkan perlindungan sementara. Di sana, Dedi bertemu dengan Suster Ika, sosok pahlawan yang mengamankan para korban selama di NTT.

​”Sudah dipulangkan, sudah terbang tadi jam 11.00 WITA,” ujar Ketua Tim Jabar Hukum Istimewa, Jutek Bongso, yang telah berada di lokasi lebih dulu untuk memastikan legalitas proses pemulangan.

​Respons Cepat Pemkot Bandung: Assessment dan Trauma Healing

​Kabar kepulangan ini disambut haru di Balai Kota Bandung. Pj Wali Kota Bandung, A. Farhan, menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat Gubernur.

​”Nuhun Pak Gubernur sudah menyelamatkan warga kami. Ini tugas langsung bagi Disnaker untuk segera berkoordinasi dan menjemput mereka begitu tiba di Bandung,” tegas Farhan.

​Sementara itu, Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim untuk melakukan assessment psikologis.

“Begitu ada pelimpahan dari provinsi, kami akan bertanggung jawab penuh, terutama jika ada dampak psikis. Kami akan lihat dulu kondisinya, mengingat trauma TPPO di tempat hiburan malam biasanya sangat mendalam,” jelas Uum.

​Sentilan untuk Disnaker: Inovasi, Bukan Sekadar Seremoni

​Kasus ini menjadi tamparan keras bagi sistem penempatan tenaga kerja. Farhan menginstruksikan Kadisnaker Kota Bandung, Yayan, untuk melakukan evaluasi total terhadap penyelenggaraan job fair.

0 Komentar