BATANG – Tiga orang pelajar meninggal dunia usai tertabrak Kereta Api (KA) Argo Merbabu di jalur rel dekat GOR Sarengat, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Sabtu pagi. Insiden maut ini terjadi saat para korban diduga sedang melakukan aktivitas swafoto (selfie) di area terlarang tersebut.
Ketiga korban teridentifikasi sebagai Isnati Sawita, Dila, dan Gita, yang semuanya berusia 15 tahun dan merupakan warga Kelurahan Kasepihan, Kecamatan Batang.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat KA Argo Merbabu sedang melaju kencang dari arah Semarang menuju Jakarta. Para korban yang berada terlalu dekat dengan jalur rel tidak sempat menyelamatkan diri saat kereta melintas.
Baca Juga:Terkuak dari Ranjang ICU: Bocah Sukabumi Diduga Jadi Korban Kekerasan Ibu Tiri hingga TewasZinedine Zidane Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026?
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengonfirmasi bahwa kereta sempat melakukan berhenti luar biasa pasca-kejadian untuk pemeriksaan sarana.
“Setelah dipastikan aman oleh awak perkeretaapian, perjalanan kereta dilanjutkan kembali pada pukul 07.09 WIB,” ujar Luqman.
Larangan Beraktivitas di Jalur Rel
Pihak KAI menyesalkan kejadian ini dan menegaskan kembali bahwa jalur kereta api adalah area steril sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Luqman menekankan bahwa sosialisasi keselamatan terus dilakukan secara rutin ke sekolah-sekolah.
“Kami terus melakukan sosialisasi keselamatan ke sekolah-sekolah dan masyarakat. Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa rel kereta bukan tempat bermain, apalagi lokasi swafoto,” tegasnya.
Pengawasan Orang Tua
Penjaga pos perlintasan GOR Sarengat, Ramelan, menyebut kawasan tersebut memang kerap menjadi tempat berkumpul remaja, terutama saat momentum Ramadan, meski memiliki risiko tinggi.
”Rel itu jalur maut. Kalau tidak hati-hati, korban bisa bertambah. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” pungkas Ramelan sembari mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anak mereka. (dbs)
