CIREBON – Pemandangan kontras terlihat jelas di perbatasan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah, tepatnya di sekitar Jembatan Leuwiasem yang membentang di atas Sungai Cijangkelok. Jembatan ini bukan sekadar penghubung dua wilayah, tetapi juga menjadi garis batas yang memperlihatkan perbedaan kualitas infrastruktur jalan secara mencolok.
Wisatawan maupun warga lokal yang melintas dapat langsung merasakan perubahan kondisi jalan hanya dalam hitungan detik saat menyeberangi jembatan tersebut.Di sisi barat jembatan yang masuk wilayah Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pengendara disuguhi jalan beraspal mulus dan nyaman dilalui. Namun kondisi itu berubah drastis ketika kendaraan melintas ke arah timur menuju Desa Cibendung, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di wilayah tersebut, kondisi jalan terlihat rusak dan sangat kontras dibandingkan dengan sisi Jawa Barat.
Perubahan di sisi barat jembatan merupakan hasil pembangunan infrastruktur yang didanai melalui APBD Provinsi Jawa Barat. Program perbaikan jalan di kawasan Tonjong ini disebut merupakan bagian dari kebijakan pembangunan yang didorong oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, guna memperkuat konektivitas wilayah perbatasan. Langkah tersebut bertujuan memastikan akses transportasi masyarakat di daerah pinggiran tetap terjaga dengan standar infrastruktur yang lebih baik.
Baca Juga:Kuwu Ciledug Tengah Dipolisikan, Kini Terancam PemberhentianTiga Pelajar di Batang Tewas Tertabrak KA Argo Merbabu Saat Swafoto
Menariknya, dampak pembangunan jalan ini tidak hanya terasa pada sektor transportasi. Kawasan dari Bukit Kalban hingga Jembatan Leuwiasem kini berubah menjadi lokasi favorit masyarakat setiap Minggu pagi.
Warga dari berbagai desa di wilayah Cirebon Timur ramai-ramai mendatangi kawasan tersebut untuk berolahraga maupun sekadar menikmati suasana. Aktivitas seperti bersepeda, jogging, hingga berkendara santai menjadi pemandangan yang rutin terlihat.
Selain itu, kondisi jalan yang mulus dengan latar belakang pemandangan alam menjadikan lokasi tersebut daya tarik tersendiri bagi para pembuat konten media sosial. Banyak pengunjung datang hanya untuk menikmati udara segar sambil mengabadikan momen di kawasan perbatasan tersebut.
Popularitas jalur ini pun meningkat pesat di media sosial. Area dari Gapura Kujang di Bukit Kalban, Desa Tonjong, hingga Jembatan Leuwiasem kini mulai dikenal luas dan disebut-sebut sebagai ikon baru kawasan Cirebon Timur.
