JABARPUBLISHER.COM – Nama Maarten Paes langsung menjadi sorotan saat menjalani debut bersama Ajax Amsterdam di ajang Eredivisie. Penampilan perdana kiper Timnas Indonesia itu terjadi dalam duel kontra NEC Nijmegen yang berakhir dengan skor 1-1, Minggu (22/2/2026) dini hari WIB.
Bermain di Johan Cruijff ArenA, Maarten Paes langsung dipercaya mengawal gawang Ajax sejak menit awal. Kepercayaan tersebut terbayar dengan performa solid meski timnya gagal meraih kemenangan penuh.
Pada menit ke-24, gawang Maarten Paes sempat bergetar lewat sepakan Sami Ouaissa. Namun, gol tersebut dibatalkan setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi offside. Keputusan itu membuat Ajax terhindar dari tekanan lebih awal dan menjaga kepercayaan diri Paes di laga debutnya.
Baca Juga:Pemkab Bandung Pastikan 4.320 PPPK Paruh Waktu Aman Meski APBD DefisitPelajar 14 Tahun di Tual Meninggal, Oknum Brimob Diduga Terlibat Penganiayaan
Ajax kemudian unggul lebih dulu pada menit ke-39 lewat gol Mika Godts. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, membuat Maarten Paes relatif aman di babak pertama.
Maarten Paes Kebobolan dari Situasi Bola Mati
Memasuki babak kedua, NEC meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-57, Maarten Paes akhirnya harus memungut bola dari gawangnya setelah Darko Nejasmic mencetak gol memanfaatkan kemelut dari situasi sepak pojok. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga peluit akhir.
Meski kebobolan satu gol, statistik Maarten Paes terbilang impresif. Ia mencatatkan tujuh penyelamatan sepanjang pertandingan, termasuk satu aksi krusial di masa injury time saat menepis sundulan Ahmetcan Kaplan yang berpotensi menjadi gol kemenangan lawan.
Awal Karier Maarten Paes Bersama Ajax
Maarten Paes resmi bergabung dengan Ajax pada awal Februari usai mengakhiri kebersamaannya dengan FC Dallas. Debutnya datang lebih cepat setelah kiper utama Ajax, Vitezslav Jaros, mengalami cedera serius.
Hasil imbang ini membuat Ajax tertahan di peringkat keempat klasemen sementara Eredivisie dengan 43 poin, kalah selisih gol dari NEC yang berada di posisi ketiga.
Bagi Maarten Paes, laga ini menjadi awal penting untuk membuktikan kualitasnya di kompetisi elite Eropa. Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin namanya akan semakin kokoh sebagai pilihan utama di bawah mistar Ajax. (red)
