JABARPUBLISHER.COM – Nama striker Belgia berdarah Jogja mulai ramai dibicarakan publik sepak bola nasional. Di tengah upaya regenerasi skuad Garuda, sosok muda yang berkarier di Eropa ini disebut-sebut membuka peluang membela Timnas Indonesia.
Striker Belgia berdarah Jogja tersebut adalah Robin Mirisola. Penyerang berusia 19 tahun itu saat ini memperkuat KRC Genk, klub papan atas Belgia yang dikenal konsisten melahirkan talenta muda berbakat.
Statusnya sebagai striker Belgia berdarah Jogja semakin relevan karena sang ibu berasal dari Yogyakarta. Faktor keturunan inilah yang membuat namanya masuk dalam radar pembahasan potensi naturalisasi untuk Timnas Indonesia.
Baca Juga:Pemprov Jabar Siapkan 3.040 Tiket Mudik Gratis 2026, Daftar Lewat Aplikasi SapawargaAnggaran Pendidikan 2026 Naik, Mendikdasmen Tegaskan Tak Ada Pemangkasan untuk Program MBG
Genk sendiri menunjukkan komitmen terhadap perkembangan Mirisola dengan memberinya kontrak jangka panjang hingga 30 Juni 2030. Kepercayaan tersebut sejalan dengan progres performanya yang terus menanjak.
Pada musim 2025/2026, striker Belgia berdarah Jogja itu telah tampil 12 kali di Liga Belgia dengan kontribusi satu gol dan satu assist. Ia juga mencatat dua penampilan di ajang UEFA Europa League dengan total 34 menit bermain.
Sebelum menembus tim utama, Mirisola lebih dulu menunjukkan konsistensi bersama Jong Genk. Musim 2024/2025 ia mengoleksi enam gol dan tiga assist dari 16 pertandingan. Sementara pada musim sebelumnya, ia mencatat empat gol dan dua assist dari 23 laga. Total, ia membukukan 48 penampilan dengan 11 gol dan lima assist di level tersebut.
Setelah promosi, striker Belgia berdarah Jogja ini telah mengantongi 16 penampilan di tim utama dengan satu gol dan satu assist. Ia dikenal sebagai tipe defensive forward yang aktif melakukan pressing, membantu proses build-up, serta memiliki mobilitas tinggi di lini depan.
Dalam perjalanan kariernya, ia sempat dimainkan di beberapa posisi sebelum akhirnya difokuskan sebagai penyerang tengah. Di level internasional, Mirisola juga pernah membela Timnas Belgia kelompok usia U-16 hingga U-19, termasuk mencatat empat caps di level U-19.
Hingga Februari 2026, belum ada pernyataan resmi terkait naturalisasi ataupun komunikasi formal dengan pihak Indonesia. Statusnya masih sebatas potensi berdasarkan garis keturunan dan regulasi yang memungkinkan.
Namun dengan usia yang masih 19 tahun, kontrak panjang di Genk, serta pengalaman tampil di kompetisi Eropa, striker Belgia berdarah Jogja ini menjadi nama yang layak dipantau pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Jika peluang itu benar-benar terbuka, ia berpotensi menjadi bagian penting dari generasi baru Garuda di masa depan. (red)
