Shinta Nuriyah Sapa Cirebon Timur, Pesan Toleransi Menggema Saat Buka Puasa

Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid
Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid hadir dalam acara buka puasa bersama dengan Forum Komunikasi Lintas Iman (Forkolim), Cirebon timur.
0 Komentar

CIREBON – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam acara buka puasa lintas iman yang digelar Forum Komunikasi Lintas Iman (Forkolim) di Gedung Yayasan Dharma Suci Hati, Ciledug, Jumat (20/2/2026). Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran tokoh nasional Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri Presiden ke-4 RI.Mengusung tema “Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi”, acara tersebut dihadiri Imron Rosyadi, unsur Muspika Ciledug dan Pabuaran, serta tokoh masyarakat dan lintas agama. Hadir juga salah satu politisi dari PKB asli daerah Ciledug, Mad Soleh, melengkapi semua elemen masyarakat yang meramaikan acara tersebut.

Bupati Cirebon Apresiasi Kehadiran Shinta Nuriyah

Dalam sambutannya, Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Shinta Nuriyah di wilayah Cirebon Timur. Ia menilai kegiatan lintas iman seperti ini sangat penting untuk memperkuat persatuan masyarakat.

“Kami menyambut baik dan merasa terhormat atas kehadiran Ibu Shinta Nuriyah di Kabupaten Cirebon. Kehadiran beliau menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga persaudaraan, toleransi, dan nilai kemanusiaan di tengah keberagaman,” ujar Imron.

Baca Juga:Verdonk Cadangan, Lille Tumbang di Kandang: Misi Berat Menanti di Leg Kedua Europa Leaguebjb Tandamata Tersingkir dari Final Four Proliga 2026, Tumbang 1-3 dari Popsivo Polwan

Menurutnya, masyarakat Kabupaten Cirebon dikenal memiliki tradisi kebersamaan yang kuat. Karena itu, pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan yang mempererat hubungan antarumat beragama.

“Kabupaten Cirebon adalah rumah bagi semua. Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dirawat agar daerah kita tetap damai dan harmonis,” tambahnya.

Refleksi Kebangsaan

Dalam ceramah kebangsaannya, Shinta Nuriyah menyinggung kondisi kebangsaan yang menurutnya sedang diuji oleh berbagai persoalan, baik di dalam negeri maupun dunia.

“Semangat kebangsaan kita belakangan ini terasa menurun. Banyak prahara dan bencana yang menguji, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” ujarnya di hadapan ratusan warga.

Namun ia mengaku terharu melihat kebersamaan masyarakat Cirebon Timur yang tetap menjaga persaudaraan di tengah perbedaan. Suasana haru bahkan sempat terasa ketika para hadirin dari berbagai latar belakang agama bersama-sama menyanyikan Indonesia Raya.

Simbol Harmoni Lintas Iman

Acara ini juga menjadi simbol kuat pluralisme. Sekitar 15 organisasi dan lembaga ikut terlibat, di antaranya MUI, Muhammadiyah, NU, GP Ansor, Banser, HKBP, Paroki Santa Teresia, Wanita Katolik RI, Pemuda Katolik, Gereja Adven, Klenteng Lok Pintong, hingga Yayasan Van Der Pol.

0 Komentar