Kiper Berdarah Surabaya 199 Cm Ini Bikin Persaingan Timnas Indonesia Makin Panas, Siapa Dia?

Kayne van Oevelen.jpg
Kayne van Oevelen. foto:instagram
0 Komentar

JABARPUBLISHER.COM – Nama kiper berdarah Surabaya kembali menghangat di bursa calon amunisi baru Timnas Indonesia. Sosok yang dimaksud adalah Kayne van Oevelen, penjaga gawang jangkung setinggi 199 cm yang kini membela FC Volendam. Kehadirannya berpotensi membuat persaingan di bawah mistar Garuda semakin sengit.

Kiper berdarah Surabaya itu lahir di Zaandam, Belanda, pada 7 Agustus 2003. Darah Indonesia yang mengalir dari Surabaya, Jawa Timur, membuat peluang naturalisasinya mulai ramai dibicarakan. Apalagi, performanya di Liga Belanda menunjukkan grafik peningkatan signifikan.

Postur 199 cm menjadi nilai jual utama kiper berdarah Surabaya ini. Tingginya bahkan melampaui Maarten Paes (191 cm) dan Emil Audero (192 cm). Dengan tubuh menjulang, ia unggul dalam duel udara, jangkauan penyelamatan, serta penguasaan area kotak penalti.

Baca Juga:Warga Lembur Pakuan Hadang Pendemo, Proyek Jalan dan Isu 'Makelar' DisorotMenyelami Kedalaman Makna dan Keutamaan Puasa Hari Kedua Ramadhan 1447 H

Musim 2024/2025 menjadi momen krusial bagi kiper berdarah Surabaya tersebut. Sempat hanya menjadi pelapis dalam delapan laga awal Eerste Divisie, ia kemudian dipercaya sebagai starter dan tak tergantikan hingga akhir musim. Dari 29 penampilan di dua kompetisi, ia mencatatkan 10 clean sheet dan kebobolan 28 gol.

Sejak bergabung dengan FC Volendam pada 2022, total 30 laga sudah ia bukukan dengan 10 pertandingan tanpa kebobolan. Ia juga berperan membawa klubnya promosi ke Eredivisie 2025/2026. Menariknya, di kasta tertinggi Liga Belanda musim berikutnya, ia justru tampil reguler dan hingga pertengahan musim sudah mencatatkan 16 penampilan sebagai kiper utama.

Performa kiper berdarah Surabaya itu mendapat sorotan media Belanda. Salah satu laporan bahkan menuliskan, “Kiper pertama musim ini dengan lebih dari 100 penyelamatan: Kayne van Oevelen.” Catatan tersebut menegaskan reputasinya sebagai shot-stopper tangguh yang konsisten sepanjang musim.

Peluang membela Timnas Indonesia pun terbuka lebar. Kiper berdarah Surabaya ini belum pernah memperkuat Timnas Belanda di level apa pun, sehingga secara regulasi masih memungkinkan untuk dinaturalisasi. Jika proses berjalan lancar, Timnas Indonesia tak hanya mendapat tambahan penjaga gawang bertinggi 199 cm, tetapi juga investasi jangka panjang yang siap menantang dominasi Paes dan Audero di bawah mistar. (red)

0 Komentar